Rabu, 30 November 2011

Mutiara Ibu

Seorang gadis bernama Mutiara pergi ke rumah neneknya yang berada di sebuah pedesaan kecil di Jawa Tengah. Dia sendiri karena ibunya sedang sakit sedangkan ayahnya merawat ibunya .Dia datang ke rumah neneknya untuk menjemput sang nenek menjenguk sang ibu di Jakarta. Ibu Mutiara sekarang berumur 35 tahun. Seorang muslimah yang sangat hebat karena telah melawan penyakit yang dideritanya sejak ia masih berumur 20 tahun. Tapi apa penyakitnya? Dokter pun tidak mengetahui sakit yang dialami oleh ibu Mutiara. Namun, sang ibu tetap berprasangka baik kepada Allah.

Betapa tidak Ibu Mutiara dulunya adalah anak dari seorang ulama yang disegani di Magelang. Dia memiliki seorang abang dan seorang adik laki-laki juga. Kedua orang tua Ibu Mutiara sangat menyayangi ketiga anaknya terutama Ibu Mutiara karena dia anak perempuan satu-satunya. Dan orang tuanya tahu jelas akan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. :
 "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka".
Akan tetapi, walaupun mereka sangat menyayangi Ibu Mutiara, mereka tidak membeda-bedakan sikap dan kasih sayang kepada sang abang dan sang adik.
"Sama ratakan pemberianmu kepada anak-anakmu. Jika aku akan mengutamakan yang satu terhadap yang lain tentu aku akan mengutamakan pemberian kepada yang perempuan. (HR. Ath-Thabrani)"

Ibu Mutiara pun tumbuh di lingkungan yang sangat islami, oleh sebab itu Ibu Mutiara pribadinya sangat lembut, sholeha, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Para warga disana sangat segan terhadap keluarga Ibu Mutiara. Namun, mereka tetaplah menjadi keluarga yang bersahaja. Saat umur Ibu Mutiara genap sepuluh tahun, sang ayahanda dipanggil Allah SWT. Adiknya berumur delapan tahun, sedangkan sang abang berumur lima belas tahun. Tidak ada yang menyangka sang ayah meninggal tanpa penyakit apapun di usianya yang hampir mencapai setengah abad. Sang ibunda tampak tegar karena sudah paham bahwa ajal memang bisa datang kapan saja.

Sang abang mendapatkan beasiswa ke Mesir saat berusia 20 tahun. Dia pun kemudian meninggalkan ibundanya, Ibu Mutiara dan adiknya. Ibunda saat itu berumur 48 tahun. Sepeninggal sang ayah, ibunda bekerja sebagai penjahit di rumahnya, walaupun penghasilannya tidak seberapa tapi alhamdulillah ketiga anaknya selalu berprestasi sehingga biaya untuk sekolah dapat berkurang. Selain itu, Ibunda juga mahir membuat kue sehingga selalu saja ada orderan kue oleh warga sekitar. Sungguh Allah Maha Pemberi Rezeki. Ibu Mutiara juga demikian di umurnya yang masih belia dia mampu membantu ibunya membuat kue kemudian menjajakannya di warung-warung dekat rumahnya.

Karena dari awal pribadi keluarga ini sangat baik maka banyak warga yang menyayangi mereka. Pernah suatu ketika Ibunda jatuh pingsan karena darah rendah, Ibu Mutiara yang masih berumur tujuh belas tahun saat itu tidak tahu harus bagaimana, namun alhamdulillah tetangga-tetangga datang untuk menolong ibunda dan membawa ke rumah sakit. Sang adik sendiri sangat patuh kepada ibunda dan kakak-kakaknya. 
Delapan tahun kemudian, abang Ibu Mutiara telah mendapat pekerjaan yang baik di Mesir dan telah berkeluarga juga, namu tetap menyayangi keluarganya di Indonesia terutama sang ibunda yang kini sudah sakit-sakitan.

Dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah ra. 
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, "Suaminya." "Siapa pula berhak terhadap pria?" tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah "Ibunya".

Umur Ibu Mutiara sekarang adalah 25 tahun dan telah menyelesaikan kuliah S1 nya di Universitas Indonesia.  Tak lama kemudian, Ibu Mutiara kemudian dikhitbah oleh Ayah Mutiara. Ayah Mutiara adalah seorang arsitek di Jakarta. Akhirnya mereka menikah kemudian menetap di Jakarta, sedangkan Ibunda tetap di Magelang tapi ditemani oleh sang adik.

Dua tahun pernikahan mereka, Ibu Mutiara hamil dan sembilan bulan kemudian melahirkan bayi mungil nan cantik yang diberi nama Mutiara Na'im. Namun ternyata Ibu Mutiara menderita kanker mulut rahim yang semakin hari semakin parah. Penyakit itu telah ada sejak Ibu Mutiara berumur 20 tahun dan tidak pernah diketahui hingga akhirnya memiliki Mutiara. Walaupun begitu alhamdulillah Mutiara bisa lahir dengan selamat.

Padahal dokter telah memvonis bahwa Ibu Mutiara akan meniggal jika tetap mempertahankan Mutiara di dalam rahimnya. Tapi subhanallah keyakinan kuat yang dimiliki Ibu Mutiara membuatnya kuat menanggung semua risikonya. Antara hidup dan mati Ibu Mutiara berjuang sambil mengucap tasbih, Ibu Mutiara tidak mau dibius karena menurutnya hal itu akan membuatnya lupa kepada sang Pencipta. Pertarungan yang hebat ini berlangsung selama lima jam. Ayah Mutiara, Ibunda dan sang adik terus mengucap doa kepada-Nya agar Ibu Mutiara diberi kemudahan dalam melahirkan Mujahidah muda ke dunia. Penantian dan doa-doa itu akhirnya diijabah Allah, Ibu Mutiara dan Mutiara selamat.

Namun ternyata perjuangan belum berakhir, Mutiara mengalami kelainan dalam lambungnya. Akhirnya dia harus terlebih dahulu dimasukkan ke tabung inkubator untuk dirawat lebih intensif. Ibu Mutiara sangat sedih dan merasa bersalah, tapi kemudian Ibunda menghibur Ibu Mutiara dan berkata bahwa tidak ada yang perlu disesalkan karena ini bagian dari ujian dari Allah. "Astaghfirullah, saya khilaf bu" kata Ibu Mutiara yang kemudian beristighfar dan tersadar kembali bahwa selama ini iya hanya percaya kepada kuasa Allah dan masih bisa bertahan tentu saja Mutiara juga akan sehat.

Setelah sebulan Ibu Mutiara dan Mutiara diperbolehkan pulang. Ibu dan Ayah Mutiara sangat menyayanginya. Mereka sadar kecil kemungkinan untuk dapat memiliki anak lagi. Tapi tetap mereka adalah contoh sosok orang tua yang selalu berprasangka baik kepada Allah.

Imam Ahlubait yang ke-4 berpesan, "Adalah hak ibumu agar engkau mengingatnya bahwa ia telah mengandungmu dalam rahimnya selama berbulan-bulan. Memeliharamu dengan sari hidupnya. Mengerahkan semua yang ada padanya untuk memelihara dan melindungimu. Ia tidak mempedulikan rasa laparnya, sedangkan engaku diberinya makan sepuas-puasnya. Ia mengalami rasa haus sementara dahagamu dipuaskan. Ia mungkin tak berpakaian, tapi engkau diberinya baju yang baik-baik. Ia mungkin berdiri di panas terik matahari, sementar engkau berteduh. Ia meninggalkan tidurnya yang enak demi tidurmu yang pulas. Ia melindungimu dari panas dan dingin. Ia menanggung semua kesusahan itu demi engkau! Maka engkau layak untuk mengetahui bahwa engkau tidak akan mampu bersyukur kepada ibumu secara pantas, kecuali Allah menolongmu dan memberikan keridhaan untuk membalas budinya."

Waktu terus berlalu, Mutiara kecil sekarang sudah berumur tujuh tahun usia yang cukup untuk masuk sekolah. Dilahirkan dari ibu yang soleha, Mutiara pun tumbuh mewarisi sifat ibunya. Ia sangat sayang kepada sang ibu. Ibu Mutiara pun demikian bahkan mungkin lebih besar cintanya kepada Mutiara dibandingkan dirinay sendiri. Itulah ibu. Di kala Mutiara sakit, Ibu Mutiara rela tidak tidur demi menjaga kenyamanan Mutiara dan merawatnya. Meskipun saat itu Ibu Mutiara juga tengah menahan sakit yang semakin melemahkan tubuhnya. Tapi keyakinannya terhadap mukjizat Allah tidak pernah berkurang 0,1 persen pun.

Layaknya Siti Hajar yang ketakutan ketika ditinggal Ibrahim di padang pasir yang gersang dan tidak ada air. Ismail menangis dengan kencang karena kehausan. Air susu Siti Hajar tidak mengeluarkan airnya sehingga Siti Hajar mulai panik dan berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali untuk memeriksa apakah ada kabilah yang lewat dan membawa bantuan. Tapi apa yang menyebabkan Siti Hajar tidak lelah berusaha? Itu karena keyakinannya kepada Allah, bahwa Allah akan selalu menolongnya jika ia selalu berprasangka baik kepada-Nya. Lalu Allah mengeluarkan air dari hentakan kaki Ismail dan akhirnya menjadi air abadi yang dikenal sebagai air zam-zam.
Ibu Mutiara mengilhami kisah Siti Hajar ini dan menerapkan dalam kehidupannya.

Di dalam kesehariannya Ibu Mutiara menjalankan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga dan melayani pesanan kue juga seperti yang selalu ia lakukan bersama ibunda. Di ulang tahunnya yang ke-9, Ibu Mutiara menyiapkan kue ulang tahun yang sangat enak sehingga Mutiara sangat senang kemudian mencium pipi sang ibu. Ayah Mutiara membelikannya Al-Quran yang sangat indah berwarna hijau. Mutiara senang dengan warna hijau.

Mutiara saat itu berumur dua belas tahun ketika sang ibu mengalami pendarahan yang hebat sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Mutiara sangat takut tapi juga bingung apa yang harus ia lakukan. Dengan keberanian dia berkata kepada ayahnya untuk menjemput sang nenek karena hanya sang nenek yang dapat menenangkan ibunya. Walaupun dengan berat hati dan khawatir akhirnya Ayah Mutiara mengijinkannya. Ayahnya percaya dengan kemampuan Mutiara karena dia adalah anak yang mandiri semenjak umurnya enam tahun dan Allah pasti akan menjaganya.

Dengan doa dan keyakinan yang kuat Mutiara berpetualang sendiri ke Magelang tempat neneknya berada. Sesampainya disana, Mutiara langsung memeluk neneknya dan menangis, mengatakan ibunya sedang dalam keadaan kritis. Ibunda pun ikut menangis kemudian langsung bergegas menuju Jakarta, abang dan adik Ibu Mutiara pun bergegas menuju rumah sakit tempat Ibu Mutiara dirawat.
Ibu Mutiara masih cantik seperti biasa, karena sinar dari air wudhu yang tidak pernah ia tinggalkan. Mutiara terus menangis di samping ibunya. Sang nenek pun hanya bisa berdoa dan ikhlas dengan kondisi putri semata wayangnya.

Kalimat-kalimat tasbih, terus mengalir dari bibirnya yang mulai pucat. Dokter menyarankan agar Ibu Mutiara segera dioperasi. Lalu dengan tangis yang tak henti, Mutiara berkata "Bunda, Muti sayang Bunda tapi pasti Allah lebih sayang sama Bunda, pasti Allah akan selalu melindungi dan menyehatkan Bunda, Bunda harus kuat ya... Muti disini juga akan kuat dan terus mendoakan Bunda" isakan Mutiara saat itu dan kata-kata yang diucapkannya pasti akan menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. "Iya Muti, Bunda juga sayang Muti apapun yang terjadi tetap percaya ya kalau Allah sayang sama kita" jawaban Ibu Mutiara dengan suara yang melemah.

Dokter telah bicara dengan Ayah Mutiara dan nenek, kemungkinan operasi berhasil adalah 10% saja, tapi tidak menutup kemungkinan mukjizat akan datang. Dokter pun kemudian memulai operasi Ibu Mutiara. Di luar ruang operasi, Mutiara, sang ayah dan keluarga terus melantunkan ayat-ayat suci Quran seraya berdoa memohon kelancaran operasi dan kesembuhan Ibu Mutiara.
Sholat sunah hajat pun dilakukan Mutiara, karena ia yakin Allah sayang kepada Ibunya dan akan menyembuhkannya.
Setelah lima jam, operasi selesai dan dokter keluar dari ruang operasi. Dengan perasaan yang campur aduk Ayah Mutiara langsung bertanya kepada dokter, tentang keadaan Ibu Mutiara. Namun dokter tidak berkata apa-apa hanya berbisik kepada sang ayah. Perasaan Mutiara mulai tidak enak, dia langsung berlari menuju ruang operasi. Tidak ada yang menahannya bahkan suster pun tidak tega melarangnya. Sesampainya di ruang operasi, dia melihat sang ibu terkulai lemas, tak berdaya, namun menyadari kedatangan anaknya.
"Bunda... bunda.... bunda..." panggil Mutiara dengan isakan tangis. "Iya bidadariku... bunda disini, Allah masih sayang dengan bunda kan.. buktinya kita masih bisa ngobrol" jawab sang ibu dengan tersenyum berusaha menghibur Mutiara. "Bunda, Muti sayang bunda, bunda jangan pergi ya.." pinta Muti sambil memeluk bundanya. "Bunda tidak akan kemana-mana Muti, bunda akan selalu ada di hati Muti, bunda tidak akan meninggalkanmu sayang.. " jawab bunda menahan tangis.

Di luar sang ayah dan nenek serta abang dan adiknya mentitikkan air mata melihat kejadian itu. Tak ada yang bersuara hanya suara tetesan air mata yang jatuh ke baju-baju yang memang sudah basah oleh air mata dari tadi. Lalu Ibu Mutiara memanggil Ayah Mutiara, meminta ayah menjaga dan mendidik Mutiara sehingga menjadi Mujahidah yang berguna bagi agama dan bangsa ini. Ibu Mutiara tak lupa pula memohon maaf kepada Ibunda, nenek Mutiara karena belum dapat menjadi anak yang berbakti dan belum dapat menyenangkannya. Lalu berbicara dengan abang dan adiknya berpesan agar selalu menjaga Ibunda.
Ibu Mutiara ingin sebelum dia dipanggil, dia dalam keadaan berwudhu, akhirnya Ayah Mutiara me-wudhukan istrinya, lalu ia mengucap dua kalimat syahadat kemudian kembali kepada Allah SWT.
Ada senyuman di wajah Ibu, menandakan ia benar-benar telah siap dipanggil kembali dan Allah memang sayang kepadanya. Ibu Mutiara dianugrahkan keluarga yang taat kepada Allah dan putri semata wayangnya yang juga soleha. Tidak ada kata-kata sedih yang diucapkannya. Hanya ucapan kesyukuran atas semua karunia yang diberikan-Nya.
Itulah Ibu yang tidak pernah mentuntut balasan atas pengorbanan yang ia lakukan. Kasih sayangnya sepanjang jalan, cintanya kepada anak melebihi cintanya kepada dirinya sendiri. Ia selalu bersyukur dan berdoa yang terbaik untuk anak dan keluarganya.

Selasa, 29 November 2011

Kesyukuran

Alhamdulillah, satu kata yang sangat bermakna.
Saat apapun itu hendaknya seorang muslim memulai kegiatan dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Dimulai dengan nama-Nya kemudian ditutup dengan kesyukuran kepada-Nya pula.
Ujian di kampus selama tujuh hari sudah terlewati. Tidak hanya ujian kemampuan pikiran, tapi juga hati dan tenaga. Oleh karena itu sudah sepatutnya ucapan hamdalah diucapkan.
Sebelum ujian berlangsung terlebih dahulu meminta restu dan doa kepada kedua orang tua, karena doa merekalah yang sangat membantu kelancaran ujian, selain doa pribadi kepada-Nya dan usaha masing-masing juga.
Bismillahi tawakkaltu 'alallah..
Allah pasti sudah menentukan hasil yang terbaik untuk ujian kali ini. Walaupun dirasa susah dan merasa kecewa, tapi tetap untuk menyeimbangkannya adalah rasa kesyukuran. 
Jadi gak perlu ada kata penyesalan karena kita semua sudah berusaha, maka sejauh apakah usaha kita itulah yang akan kita dapatkan. Jangan takut ketika hasilnya nanti kurang maksimal. Hal itu menandakan berarti ada yang salah dan kurang terhadap amalan kita selama ini. Mungkin dengan itu kita bisa jadi lebih dekat kepada Allah dan lebih berserah diri lagi, right?
Tentunya hanya orang yang merugi kalau tidak pernah mau mengubah kesalahannya menjadi keberuntungannnya. Keep positive thinking  and praying becoz We Do The Best and Allah Do The Rest ^^.


Minggu, 27 November 2011

Pilih Kesenangan atau Tanggung Jawab?

Pengen ikut itu, tapi gimana dengan yang ini?
Kata yang satu ayo dong ikut bareng kami aja.. ya. seru kok.. Tapi dengan tujuan yang lain juga berkata seperti itu, tunaikan kewajibanmu, ingat amanahmu banyak loh, kalau kamu tidak ikut yang satu itu pasti kamu bisa menunaikan amanahmu..

Pasti galau ya kalau mengahadapi situasi di atas?
Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin tidak kita memilih dua-duanya?
Tidak jarang satu kegiatan berbenturan dengan kegiatan yang lain yang mungkin sama-sama penting, tapi tetap ada yang harus diutamakan.
Kita harus tahu esensi dari tiap kegiatan yang akan kita lakukan jika tidak ingin mengambil keputusan yang salah. Mungkin pertama lihat apakah kegiatan itu bermanfaat atau tidak untuk kita, karena kalau cuma merugikan untuk apa diikuti ya kan? Manfaatnya itu bisa diukur dari seberapa kebutuhan kita terhadap hal itu. Jika kegiatan itu hanya menghambur-hamburkan uang maka kegiatan itu tidak bisa dikatakan bermanfaat. Mungkin ada yang menganggap kalau lagi ada masalah itu enaknya shopping, tapi sebenarnya dia gak sadar kalau sebenarnya setelah dia shopping maka akan timbul masalah baru, yaitu uangnya habis untuk berbelanja dan akhirnya semakin pusing lah dia.
Tapi ketika kita menggunakan uang itu untuk kegiatan yang positif contohnya dapat menambah wawasan atau meningkatkan kesehatan maka itu adalah contoh kegiatan yang bermanfaat.

Seorang aktivis yang mempunyai segudang aktivitas tentu sangat dituntut untuk mempunyai manajemen waktu yang baik. Namun terkadang dia dihadapkan oleh kejenuhan terhadap aktivitasnya dan ingin beristirahat sejenak, padahal ia tahu amanahnya masih banyak yang menunggu untuk diselesaikan. Lalu bagaimana? Ketika sudah ada rasa lelah pasti yang terlintas di pikiran adalah keluar melepaskan penat, jalan-jalan bersama teman dll. 
Emangnya salah ya kalau kita mau senang-senang?
Logikanya, kita juga butuh istirahat. Tapi istirahat yang seperti apa yang bermanfaat? Kalau tujuan jalan-jalannya hanya untuk senang-senang belaka tanpa dibarengi dengan tujuan untuk me-refresh diri, maka bisa dikatakan jalan-jalan itu tidak ada manfaatnya dan hanya akan membuat tubuh semakin lelah. Selain itu pasti bayang-bayang akan amanah akan terus mengikuti. Semakin tidak tenang kan perasaannya?

Oleh sebab itu, kita harus bijak dalam memilih. Ketika kita akan membeli buah, kita pasti akan memilih buah yang masih bagus kan? Alangkah bijaksana ketika ada dua atau lebih pilihan di depan mata, ukurlah kemanfaatan dari kegiatan-kegiatan itu lalu kaitkan pilihan yang mana yang terkandung amanah paling besar. Karena amanah itu kewajiban. Di dalam ilmu akuntansi, kewajiban itu diartikan sebagai hutang. Jadi, kalau kita punya uang dan hutang, maka apa yang harus kita lakukan? Pasti membayar hutangnya dulu kan? Jika masih ada sisa, maka uang itulah yang bisa digunakan untuk hal yang lain.
Ketika kita niatkan untuk menunaikan kewajiban, setelah kewajiban itu selesai barulah kita bisa me-refresh pikiran dan tubuh kita. Jadi tidak ada lagi pikiran yang membebani sehingga kita bisa beristirahat dengan tenang. Tujuannya tentu agar dapat lebih bersemangat menerima amanah selanjutnya. Dan kalau kita semangat pasti hasil yang dicapai juga akan maksimal. 
Semoga bermanfaat






Sabtu, 26 November 2011

Bagaimana Bergaul dengan Non-Muslim?

Jika kita pergi ke mall-mall yang ada di kota kita sekarang ini, pasti kita menemukan bermacam-macam pernak-pernik Natal. Dari pohon cemara yang bergelantungan lampu-lampu hias di ranting-rantingnya, patung santa klaus, kemudian stiker-stiker bergambar salju sampai kepada terdengarnya lagu-lagu bernuansakan natal.

Yap, sebentar lagi natal akan datang karena ini sudah akhir bulan November. Lalu mulailah para pengusaha memanfaatkan moment ini seperti mereka memanfaatkan momen pada saat umat Muslim, atau Hindu, atau Buddha merayakan Hari Rayanya. 
Jika kita sebagai muslim, apakah itu sebuah masalah atau pengganggu bagi kita?
Atau ada yang menganggapnya adalah hal yang biasa?
Bagi yang merasa itu adalah masalah atau itu adalah hal yang biasa, pasti punya alasan masing-masing.


Tapi pada dasarnya Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang saling berkasih sayang dan berbuat baik kepada sesama selama mereka tidak memusuhi kita.
Ada beberapa tips bergaul dengan teman-teman non-muslim, diantaranya:

1. Memberi makanan
Ada sebuah kisah ketika ada seorang Yahudi yang tua dan juga sakit-sakitan buta selalu menghina Rasulullah. Akan tetapi  Rasulullah yang mulia tidak kemudian membalas perbuatan Yahudi itu dengan kasih sayang. Beliau selalu menyuapi bapak tua itu sambil sang bapak tua mencaci maki beliau. Bapak tua itu tentu saja tidak tahu kalau yang menyuapinya adalah sang utusan Allah, yaitu Rasulullah. Ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar ra. yang mengetahui bahwa Rasul sering datang menjenguk dan menyuapi bapak tua itu pun akhirnya datang menemui si bapak tua. Lalu Abu Bakar ra. melakukan hal yang sama seperti Rasul yaitu menyuapi bapak tua itu makanan. Tapi apa kemudian yang dikatakan si bapak tua? kurang lebih seperti ini "Kau siapa? Kau bukan orang yang biasa menyuapiku!" . Abu Bakar ra. menjawab " Bagaimana bapak tahu? Kan bapak buta?" . "Orang yang biasa datang, selalu menyuapiku dengan lemah lembut, beda dengan cara kau menyuapiku!" jawab si bapak tua. Jadi dikisahkan, Rasulullah selalu menunggu si bapak tua selesai mengunyah lalu menyuapinya kembali, beda dengan Abu Bakar ra. sebelum si bapak tua selesai mengunyah Abu Bakar ra. sudah menyuapinya kembali. Kemudian dengan menangis Abu Bakar ra. menceritakan bahwa yang selama ini menyuapinya adalah Rasulullah SAW yang selalu ia caci maki. Si bapak tua kemudian menyadari kesalahannya kemudian bertobat dan mengucap dua kalimat syahadat. Ya dia masuk Islam.
Apa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini? Yaitu kesabaran dan rasa kasih sayang yang ditunjukkan Rasulullah berbuah manis dan Rasulullah mencontohkan ini kepada kita, umatnya, agar selalu berkasih sayang kepada sesama apapun agamanya.

2. Memberikan ucapan selamat atas kegembiraan yang dirasakan
Tapi ucapan disini adalah tidak terkait dengan ritual agama yang mereka rayakan, seperti Nasrani (Natal) atau ucapan selamat merayakan Hari Raya selain Hari Raya Islam. Karena jika kita mengucapkan selamat kepada mereka, itu berarti kita mengakui Pencipta Alam Semesta ini yang mereka yakini. Dan itu sudah menyalahi dua kalimat syahadat yang selalu kita ucapkan terutama saat kita sholat. Ketika kita menyalahinya dan mengingkarinya apakah kita masih dianggap muslim?
Ucapan yang dianjurkan adalah, ketika mereka meraih prestasi di kelas atau di kantor, saat mereka menikah atau saat mereka punya anak. 
Dalam poin kedua ini tentu ada yang tidak setuju, tapi seperti yang sudah diungkapkan alasannya di atas semoga tidak ada lagi yang berselisih paham.

3. Menolong ketika kesusahan
"Tolong-menolonglah dalam kebaikan. Dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan" (Al Maidah : 2)
Allah sudah mengatakan dalam ayat sucinya bahwa kita harus saling menolong dalam kebaikan, yaitu jika kita melihat teman, saudara, atau tetangga kita dalam keadaan susah, maka harus kita bantu. Tidak peduli dia agamanya tidak sama dengan kita. Mungkin mereka tidak punya makanan atau uang, setidaknya dengan perhatian kita terhadap sesama maka kita juga menjadi perhatian bagi mereka. 
Manusia kan juga makhluk sosial, walau saat ini kita tidak butuh bantuan orang lain, tapi pasti suatu saat kita akan membutuhkannya. Dan bisa saja yang dapat membantu kita malah bukan dari saudara seiman.

4. Menerima dan memakan makanan pemberian mereka yang sudah pasti tidak mengandung unsur haram di dalamnya.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan diserap ke dalam darah dan akan mengalir ke seluruh tubuh. Maka bisa dikatakan kita itu tergantung dari apa yang kita makan. Jadi Allah sudah meneteapkan makanan baik apa saja yang dapat kita makan dan makanan haram yang hanya dapat merugikan tubuh kita. 
Ketika seorang teman yang berbeda agama memberi kita makanan, apabila kita yakin itu halal maka kita dianjurkan untuk menerimanya, karena itu adalah bagian dari kita bermuamalah dan agar kita tetap mejaga hati teman kita tersebut.
Tapi jika ragu-ragu, maka jangan dimakan, dan berikan alasan yang tidak membuat hatinya kecewa.

5. Berlaku Adil

Ada suatu kisah lagi ketika khalifah Ali bin Abi Thalib ra. kehilangan baju besi miliknya dan kemudian ia melihat seorang yahudi menemukan baju besi itu tapi orang tersebut mengatakan bahwa baju itu miliknya. Kemudian Ali bin Abi Thalib ra. mengajukan kasus tersebut ke pengadilan. Saat pengadilan berlangsung Ali bin Abi Thalib ra. tidak dapat menghadirkan saksi bahwa baju itu miliknya, maka sang hakim menetapkan bahwa pemilik baju besi itu adalah sang pemuda Yahudi itu, walaupun sebenarnya hakim yakim tidak mungkin khalifah Ali berbohong. Tapi itulah yang dilakukannya sebagai seorang hakim.
Si pemuda Yahudi ini kemudian mengakui perbuatannya dan menyatakan dirinya sebagai hamba Allah dan mengakui Muhammad adalah Rasul-Nya. 

Demikian tadi beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita sebagai umat muslim dalam bermuamalah dengan mereka yang bukan muslim. Yang ditekankan disini adalah kita sangat dianjurkan untuk dapat berbuat baik kepada sesama, bahkan pada zaman Rasulullah, umat muslim dan non muslim hidup berdampingan bahkan umat non muslim merasa aman berada di bawah perlindungan islam. Tidak ada keraguan dan ketakutan dalam perdagangan dan bertetangga. Akan  tetapi untuk masalah akidah itu tetap harus dipertahankan dan tidak boleh disimpangkan. Sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.. kita harus meyakininya sehingga kita tidak punya celah untuk mempercayai yang lain.

Semoga kita selalu dapat saling menasihati dalam kebaikan.. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar

Referensi : Al-Quran dan Hidayatullah.com

Jumat, 25 November 2011

Spirit Of Hijrah.. 1433 H



سعيد الهجري رأس السنة الجديدة
Sebenarnya belum tahu pasti kapan sebenarnya tahun baru Hijriah kali ini, karena ada yang mengatakan besok sedangkan di kalender sendiri ditulis tanggal 27 November 2011. Tapi yang penting adalah bagaimana kita menghadapi tahun baru kali ini.

Sebagai umat Islam, seharusnya Tahun Baru yang kita rayakan adalah Tahun Baru Islam. Kenapa? Karena Tahun Baru Hijriah ditetapkan ketika Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah untuk berdakwah. Jadi sebagai momentum pengingat kita kepada perjuangan Rasulullah dan para sahabat yang tidak mudah dan penuh dengan onak dan duri.

Mereka bukan hanya berhijrah dalam hal pindah tempat saja, tapi juga hijrah dari kemaksiatan menuju ketakwaan. Seharusnya itulah yang harus selalu kita ingat ketika akan memasuki tahun baru. Saatnya kita meninggalkan keburukan-keburukan di masa lalu, dan kemudian menyambut hari depan dengan keyakinan mengubah sikap dan sifat lebih baik lagi.

Rasulullah berkata "Tidaklah aku menyesali sesuatu seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari. Semakin berkurang umurku tapi tidak bertambah amalanku " (H.R. Mas'ud)
Jelas dari hadis itu bahwa jangan selalu menjadi orang yang hanya menyesali perbuatannya tapi tidak pernah mau berubah.

Di dalam diri kita ada sisi kebaikan juga ada sisi keburukan, memang Allah menciptakan kita dengan dua kriteria itu. Tapi apakah kita dapat menjadi orang baik atau tidak itu tergantung dari pribadi kita masing-masing.   Petunjuk sudah diberikan, apakah kita mau menggunakan petunjuk itu?
Banyak orang yang tersesat tapi tidak mau dibilang ia telah sesat. Kenapa? Karena dia lebih mementingkan sisi keburukannya.

Tidak heran kemaksiatan saat ini semakin merajalela. Karena tahun baru yang sudah seharusnya menjadi waktu pemuhasabahan diri malah menjadi suatu moment untuk berpesta pora, pesta miras, kembang api, bahkan naudzubillah pesta seks??

Oleh karena itu, mulailah dari diri kita sendiri. Pertama kita mulai dari diri kita sendiri, lalu keluarga, lingkungan, teman-teman kemudian dunia ini juga akan berubah.
Ingatlah selalu perjuangan Rasulullah yang dengan waktu yang cukup lama berada di Makkah tapi hanya memperoleh sedikit pengikut, tapi begitu beliau hijrah ke Madinah, apa yang terjadi? Umat Rasulullah semakin banyak. "Hijrah lah kita dari segala bentuk kemaksiatan, Lalu berlomba-lombalah dalam kebaikan". Makna lain lagi dari hijrahnya Rasulullah adalah beliau tidak pernah menyerah dalam menyebarkan kebaikan dan kedamaian.Jadi, ketika kita belum berhasil mengajak kebaikan kepada orang lain percayalah Allah lah sang pemberi hidayah. Dan kita harus terus berjuang dan jangan menyerah.

Berbanggalah jadi orang yang asing, tapi kelak bisa berada di kenikmatan yang kekal. Untuk apa menuruti hawa nafsu, karena hawa nafsu hanya memperbudak manusia. Tapi jadilah raja dari hawa nafsumu.
Muhasabah diri adalah penting, sebagai media introspeksi diri. Tidak hanya ketika akan tahun baru tapi akan terasa lebih berguna ketika kita memuhasab diri saat akan tidur, tentang apa yang sudah dikerjakan seharian.
Apakah kita sudah berbakti kepada kedua orang tua kita?
Apakah kita menjalankan semua perintah-Nya dengan ikhlas?
Apakah orang-orang terdekat kita merasa nyaman dekat dengan kita atau kita sering membuat masalah dengan orang lain?
Apa yang sudah kita sumbangkan kepada agama, bangsa dan negara ini?
Semua pertanyaan di atas bisa jadi salah satu bahan muhasabah kita, yang akhirnya kita dapat menemukan kesalahan-kesalahan yang ada pada diri kita

Sambutlah hari Hijrah kita dengan semangat yang selalu diperbaharui. Sehingga tidak ada kata lelah dan keluhan keluar dari hati ataupun mulut kita. "Al iimanu yaziidu wayankusu" Iman seseorang kadang naik dan kadang turun. Naik ketika kita banyak beramal dan turun ketika kita banyak bermaksiat. Dan yang mengetahui itu hanyalah diri kita sendiri dan Allah.


Umur kita di dunia ini terbatas maka manfaatkanlah waktumu untuk hal yang bermanfaat, jika tidak maka hal yang tidak bermanfaatlah yang akan mengisinya. 


Selamat Tahun Baru Hijriah 1433 H 
Semoga kita dapat menjadi insan yang selalu mencintai kebaikan dan membenci keburukan

Adab Makan dan Minum

Sadar atau tidak banyak orang yang tidak peduli dengan bagaimana cara dia makan atau minum, bahkan yang terlalu sering dilihat di masyarakat umum adalah makan atau minum dengan berdiri.
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah bersabda "Sesungguhnya aku melarang seseorang minum sambil berdiri." Qotadah berkata "Bagaimana dengan makan?" Beliau menjawab " Itu lebih buruk lagi" (HR. Muslim dan Turmidzi)

Sebagai umat muslim, kita harus meneladani Rasulullah saw. Lalu kenapa Rasulullah melarang kita makan atau minum sambil berdiri? Tidak mungkin Rasulullah menyuruh kita tanpa didasarkan alasan yang masuk akal. Ternyata ini ada hubungannya dengan kesehatan manusia sendiri.

Ada penelitian yang dilakukan oleh dokter-dokter muslim dunia, beberapanya yaitu,
Dr. Abdurrazzaq Al Kailani berkata, "Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia kan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu yang lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan."

Saat orang terburu-buru terlambat bekerja atau sekolah, maka kecenderungan akan mengkonsumsi makanan lebih cepat dari biasanya dan bila tidak sempat lagi maka ia akan makan sambil berjalan, bahkan ada yang sambil berlari kecil. Padahal ketika kita makan atau minum, kita merasakan nikmat di dalamnya tapi kalau sudah terburu-buru tidak mungkin makanan itu bisa dinikmati.
Dt. Ibrahim Al Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum

Makan dan minum sambil berdiri dapat membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadi luka pada lambung. BahkanPara dokter mengatakan luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler yang bisa membuka dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal.
Sedangkan jika kita minum sambil berdiri, bisa dibayangkan apa yang terjadi? Sfringer tidak akan menyaringnya, maka air pun akan langsung menuju kandung kemih. Lalu kenapa memangnya kalau langsung menuju kandung kemih?
Jawabannya, ketika air minum langsung menuju kandung kemih, maka akan ada pengendapan di saluran ureter. Inilah yang dapat menyebabkan terjadi pengkristalan ginjal. Jadi jangan heran banyak orang yang mengalami masalah pada ginjalnya.

Nah itu dia alasan medisnya, biasanya orang tidak akan percaya jika tidak disertai dengan bukti-bukti ilmiah yang dapat dilogika. Bagaimana teman-teman? masih mau makan dan minum sambil berdiri? Kalau masih mau berarti ingin jatah hidup di dunia berkurang ya? Hehe..

Sumber: Qiblati edisi 04 tahun II

Kamis, 24 November 2011

Ibuku

 Kupersembahkan ini untuk ibuku tercinta yang kurindu..
Ada video yang mengisahkan kisah seorang bayi yang dikirimkan Allah ke dunia. Bayi ini dulu tinggal di surga bersama Allah, tentu saja dia senang sekali. Namun suatu ketika, Allah berkata padanya "Besok kamu akan diturunkan ke dunia. Bayi itu bertanya "Bagaimana aku bisa bertahan di dunia Ya Allah? Kata para malaikat, banyak makhluk jahat disana". Allah menjawab "Tenang, Aku akan memilihkanmu seorang malaikat yang akan terus menjagamu" "Tapi aku sudah cukup bahagia disini" kata si bayi. "Kau akan lebih bahagia bersama malaikatmu nanti, dia akan bernyanyi dan tersenyum untukmu" kata Allah.
Si bayi sedih, dia bertanya kepada Allah "Lalu bagaimana aku bisa berbicara dan melihatmu lagi Allah?" . Allah menjawab" malaikatmu akan mengajarimu cara berbicara dan melihat-Ku lagi" . Si bayi penasaran siapa sebenarnya malaikat pelindungnya itu? Dia pun bertanya lagi kepada Allah: "Ya Allah siapakah malaikatku?" . Kemudian Allah menjawab, "Kau bisa memanggil malaikatmu 'IBU' ".

Download videonya:


Aku adalah bayi itu, kalian juga. Kita terlahir dari rahim seorang ibu. Yang sudah mengandung kita selama 9 bulan lebih. Dan tentu saja selama selama 9 bulan lebih itu, ibu akan membawa bayinya kemana pun dia pergi, tidak perduli sejauh apapun selelah apapun seorang ibu akan tetap mejaga kondisi bayi yang ada dalam kandungannya. Lalu setelah bayinya lahir, sang ibu akan senang sekali bahkan sebelum bayinya lahir dia sudah menyiapkan nama dan membelikan pakaian untuk anaknya.
Sudah sepantasnya seorang anak selalu menyangi ibunya. 
Kepada siapa kita memberikan cinta kita dan rasa hormat kita selain kepada Allah dan Rasulullah? Tentu kepada ibu kita

Ibuku, orang yang sangat luar biasa. Wanita paling hebat yang pernah ada di dunia, ya dia ibuku. Cintanya padaku yang melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Doanya yang selalu ditujukan kepadaku. Kehangatannya yang melindungi kedinginanku di waktu malam. Masakannya yang selalu membuatku ingin untuk menyantapnya lagi. Semua itu adalah bukti bahwa ibuku menyayangiku. 
Siapa yang lebih mengerti kita jika bukan ibu kita sendiri?
Beliau yang mengetahui kesukaan dan kebencianku. Penyakitku dan bagaimana cara mengobatinya. Melewati hari-harinya hanya untuk membahagiakanku, karena itulah kebahagiaannya.
Seorang ibu sangat lembut hatinya, hingga bila anak yang disayanginya melukai hatinya maka dia akan sedih sekali. Dan aku tentu saja pernah menyakiti hatinya hingga ia menangis, masya allah hal itulah yang membuatku menyesal hingga aku berjanji akan selalu menjaga hatinya.
Walaupun Ibuku sering mengomel, aku tahu itu merupakan bentuk kekhawatiran kepada anaknya. Setiap sholat bersamanya, aku selalu merasa senang berharap aku bisa selalu membahagiakannya. Kucium tangan dan pipinya dan dia pun sangat senang.
Terkadang jika dia mulai sakit, dia akan terlihat sangat lemah yang membuatku ingin menangis. Tapi dia selalu tegar dihadapanku, dia akan terus berjuang melawan penyakitnya. Aku tahu penyakit itu sangat menyiksanya sampai menghambat pekerjaannya. Tapi Allah selalu menyayanginya, Dia berikan ibuku kekuatan untuk bertahan sampai sekarang. Di kala orang lain yang mengalami penyakit yang sama dan tidak memiliki umur yang panjang, tapi ibuku masih bisa berdiri tegak dan bekerja.
Di tiap sholat, aku berdoa "Ya Allah lindungilah ibuku, ampunilah dosa-dosanya, berilah ia kesehatan dan kesembuhan atas penyakitnya". Di sisi lain ibuku berdoa untukku agar aku selalu mendapat apa yang aku inginkan.

Pasti ibu manapun akan bangga terhadap anaknya. Begitupun yang dilakukan ibuku, dia sangat bangga padaku, dia selalu senang hasil ujianku berapapun nilainya, dan dia selalau berkata padaku, bahwa apapun yang kudapat itu adalah memang dari kemampuanku, kemudian menasihatiku dengan lembut agar aku lebih berusaha lagi. Itulah ibuku..
Aku rindu padamu, saat ini aku jauh darimu tapi aku selalu memikirkanmu. Sama seperti ibu yang pasti memikirkanku juga. Maafkan anakmu ini yang selalu mengecewakanmu. Anak yang belum bisa membahagiakan ibu. Yang bisa kulakukan sekarang hanya berdoa kepada Allah,
"Ya Allah, aku masih mempunyai dia sekarang, mungkin tidak seperti temanku yang lain yang ibunya telah Engkau panggil. Apakah aku kurang bersyukur atas nikmat-Mu ini? Karena aku masih saja tidak dapat selalu menaatinya? Tapi biarkanlah ia bahagia, hukumlah aku jika aku menyakitinya, bahagiakanlah ia dimanapun dia berada, berikanlah ketabahan dan kesabaran atas tiap cobaan yang dihadapinya. Mungkin aku jaim, tidak bisa langsung mengungkapkan aku sayang padanya, tapi ijinkan aku untuk dapat membahagiakannya di dunia ini. Satu lagi pintaku, berilah ia selalu kasih sayangmu dan ijinkan ia kelak berada di surga-Mu"

Minggu, 20 November 2011

Kesabaran dalam Ujian

Bismillahirrohmaanirrohim,
Ujian apapun itu pasti setiap orang akan mengalaminya. Akan tetapi tidak semua orang dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang sedang dihadapinya. Kebanyakan manusia akan sering mengeluh kemudian menyalahkan orang lain bahkan yang lebih parahnya lagi menyalahkan Allah. Keluhan itu hanya menambah kegelisahan jiwa yang akhirnya menyebabkan hati dan pikiran akan lebih lelah.

Pada dasarnya, kenapa sih Allah memberi ujian kepada kita? Coba dilogika, kita sekolah dan menuntut ilmu disana, kita belajar dan belajar. Untuk apa kita belajar? Pasti untuk menambah pengetahuan kita kan? lalu apa yang dapat membuktikan kita menguasai pelajaran-pelajaran yang kita kuasai di sekolah kita itu? Yah, pastinya lewat ujian, jika kita tidak diuji kita tidak tahu seberapa kemampuan kita dalam menguasai materi pelajaran itu. Dari sana kita dapat mengetahui dimana saja kelemahan-kelemahan kita dan harapannya nantinya bisa memperbaikinya.

Begitu juga ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah ingin menguji sejauh mana hamba-Nya mencintai-Nya. Sudah sedalam apakah keimanan dan ketakwaan yang dipersembahkan hamba-Nya untuk-Nya. Selain itu dengan ujian yang diberikan Allah, kita bisa lebih bijak memaknai kehidupan dan pada akhirnya juga meningkatkan derajat kita dihadapan-Nya. 

Pernah gak berpikir, Allah memberikan ujian kepada kita karena Dia sayang kepada kita? Anas radiyallahuanhu, Rasulullah berkata " Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barangsiapa yang rela menerimanya, maka Allah meridhoinya dan barangsiapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah." (H.R Tirmidzi).
Loh kalau Allah cinta kepada kita kenapa kita malah diuji?
Allah ingin hamba-hamba yang dicintai-Nya dibedakan dengan hamba-hamba yang tidak memperoleh cinta-Nya itu. Ibaratkan kita ingin memasak nasi, maka beras yang mau kita masak itu kita cuci dulu kan? kita pisahkan kotoran-kotoran yang ada dalam beras, sehingga setelah matang nanti kita nikmat menyantapnya. Nah, pencucian adalah cara Allah membedakan tingkatan ketakwaan hamba-hamba-Nya. Kotoran-kotoran itu sendiri adalah keburukan-keburukan kita, yang apabila dengan ujian keburukan itu dapat terkikis. Keburukan itu bisa saja , penyakit, kesulitan-kesulitan dan arti keburukan itu sendiri yaitu buruknya akhlak, ya jadi seperti penghapus dosa.


Abu Sa'id dan Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda "Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya." (HR.Bukhari dan Muslim).


Walaupun begitu, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian dalam menghadapi ujian yang dialaminya. Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya (Al-Baqarah:286). Dan yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan (Al-Insyirah:7-8).

Itu sebabnya, jika kita dilanda ujian, seharusnya kita memohon pertolongan hanya kepada Allah, karena Dialah yang memberi kita ujian dan Dia juga yang dapat menolong kita.

Terbuktikan Cinta-Nya kepada kita sangat luas dan besar. Dia gak rela jika ada hamba-Nya yang sudah berusaha keras meraih cinta-Nya disamakan dengan hamba-Nya yang mau santai-santai aja. Yang tidak mau diuji tapi mau masuk surga, hehe.
Kita harus selalu yakin pertolongan Allah dekat. Berikhtiarlah semampumu lalu bertawakkallah, Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kemampuan hamba-Nya.

Untuk yang sedang menghadapi ujian di sekolah ataupun di kampusnya, anggap itu juga bagian dari ujian kehidupan juga. Mampu gak kita untuk tidak mencontek, bisa gak kita jujur saat mengerjakan ujian itu. Dan jangan lupa untuk belajar dan berdoa. Karena jika hanya berdoa tapi tidak belajar ya sama aja bohong, tapi berdoa juga penting, Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan, jadi kalo kita udah berusaha, pasti dapat hasil yang bagus, jika belum dapat hasil yang diinginkan, jangan langsung menyalahkan orang lain apalagi dosen yang memberi nilai. Anggaplah itu sebagai ujian kehidupan yang lain.
Oh iya tetapkan niat dan tujuan kita . Jika tujuan kita hanya untuk mengejar prestise yang itu berarti hanya untuk kebanggaan semata, maka kita akan jadi orang yang merugi. Tapi ketika kita libatkan Allah dan tujuannya lillahi ta'ala, maka kita dapat dua kelebihan sekaligus. Lulus dalam ujian sekolah dan ujian di hadapan Allah, amiin..
Jangan pernah mengeluh, Azzamkan dalam diri bahwa kita bisa dan Allah selalu bersama orang-orang yang berjuang untuk-Nya..

"Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina" (Ya Allah jadikanlah belajar dan ujianku berada dalam keberhasilan)

Selamat Menempuh Ujian..


Kombinasi Bisnis

DEFINISI
PSAK 22: Suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatu bisnis.
IFRS 3 : "a combination is the bringing together of one or more combining entities into a reporting entity. Business combination result from one entity:
  • Purchasing the equity of another entity
  • Purchasing the net assets of another entity
  • Assuming the liabilities of another entity
  • Purchasing some or the net assets of another entity that together form one or more business
BENTUK PENGGABUNGAN USAHA
1. Akuisisi : terjadi ketika perusahaan memperoleh aset produktif dari suatu entitas usaha lain dan mengintegrasikan aset-aset tersebut ke dalam operasi miliknya.
2. Merger : ketika suatu perusahaan mengambil aslih semua operasi dari entitas usaha lain kemudian dibubarkan. Cth: A + B = A
3. Konsolidasi : terjadi ketika perusahaan baru dibentuk untuk mengambil alih aset-aset dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang terpisah dan akhirnya entitas tersebut dibubarkan. Cth: A + B = C

ALASAN KOMBINASI BISNIS
  • Penghematan biaya
  • Mengurangi Risiko
  • Mengurangi penundaan beroperasinya perusahaan
  • Menghindari pengambilalihan oleh perusahaan lainnya
  • Memperoleh aset tidak berwujud
  • Alasan-alasan lain
BIAYA-BIAYA YANG TERKAIT DENGAN INVESTASI
1. Biaya Langsung berupa harga yang dibayarkan kepada pihak yang diakuisisi dan diakui sebagai harga perolehan investasi (costnya) Cth: Pembayaran tunai, pembayaran dengan saham ataupun dengan Notes Payable lalu diakui sebagai Investment in S (yg diakuisisi)
2. Biaya langsung lainnya seperti biaya akuntansi, hukum, konsultan, dan biaya-biaya penemuan. Biaya ini diperlakukan sebagai Investment Expense
3. Biaya lansung seperti biaya pendaftaran dan penerbitam surat-surat berharga ekuitas, diperlakukan sebagai pengurang Additional PIC.

ADANYA GOODWILL ATAUPUN GAIN ON BARGAIN PURCHASE
Perhitungan Goodwill:
Goodwill = biaya akuisisi - Jumlah aset neto teridentifikasi aset yang diambil alih (Fair Value)
Jika hasilnya positif berarti ada goodwill, tapi kalau negatif berarti ada gain on bargain purchase atau goodwill negatif

Sumber: Modul Bu Iin (Dosen AKL di STAN)

Perbedaan (Ikhtilaf) dalam Islam

Oleh: Ust. Masturi
Perbedaan (Ikhtilaf) berbeda dengan perpecahan (Tafarruq). Kenapa para ulama memilih kata Ikhtilaf bukannya Tafarruq?
Ini dia alasannya
Kandungan dalam agama Islam terdiri dari
1. Aqidah
2. Ibadah
3. Muamalah
4. Akhlaq
Keempat kandungan ini harus dipahami secara menyeluruh. Jika seseorang aqidahnya Islam tapi tidak mau sholat maka orang ini tidak bisa dikatakan sebagai seorang muslim. Jadi keempat unsur kandungan itu berkaitan satu sama lain.

Kapan kita boleh berbeda pendapat dalam Islam?
Dalam beribadah ada namanya ushul dan furu'. Apa itu?
1. Ushul : pokok. Nah di dalam urusan ushul ini kita tidak boleh berbeda pendapat. Kenapa?
Di dalam ushul fiqh, ushul diketahui dari adanya nash.
Nash terbagi menjadi:  Qothy tsubut dan Qothy dalalah
a. Qothy Tsubut: Qothy artinya adalah pasti (tidak dipertanyakan) sedangkan Tsubut sendiri artinya adalah dalil sampai kepada kita. Jadi Qothy Tsubut artinya Dalil-dalil yang sampai kepada kita dan tidak boleh dipertanyakan. Contohnya: Al-quran dan Hadis Mutawattir
b. Qothy Dalalah: Ini adalah kepastian makna (jelas) Contoh: syahadat, zakat, rukun iman, dan rukun islam

2. Furu' : cabang. Karena ini adalah cabang maka masalah-masalah disini boleh berbeda tiap orang atau mazhab. Furu' ini juga terbagi dua yaitu:
a. Dhonny Tsubut: contohnya Hadis Ahad
b. Dhonny Dalalah
Kedudukan dhonny sendiri berada diantara ragu (شك) dan yakin. Di dalam Islam hal-hal yang meragukan itu harus ditinggalkan, tapi untuk dhonny ini tingkatannya sudah di atas keraguan dan mendekati yakin.
Dari sini bisa diambil kesimpulan, sesama muslim boleh berbeda pendapat dalam wilayah furu' ini saja. Jika suaatu masalah sifatnya qodhy tsubut dan Dhonny dalalah, maka masalah tersebut masuk ke dalam kategori furu' ini. Contoh: Kita harus meyakini semua ayat-ayat di dalam Al-Quran maka itu adalah Qothy Tsubut tapi di dalam ayat-ayat itu ada berbagai macam penafsiran, misalnya saja dalam masalah masa iddah bagi wanita yang sudah bercerai. Ada golongan ulama yang menafsirkan yang dimaksud 3 kali quru'  (iddah) itu adalah 3 kali suci dan ada yang berkata 3 kali haid. Nah disini yang dibolehkan timbul perbedaan tapi esensinya tetap sama yaitu 3 kali quru'. Jika begitu penafsiran yang berbeda-beda ini termasuk kategori Dhonny dalalah.

Tadi di awal dikatakan bahwa kandungan Islam ada 4, jika dihubungkan dengan ushul dan furu' maka bisa dicontohkan seperti ini:

1. Aqidah:
a. ushul : contohnya rukun iman
b. furu'  : contohnnya kepercayaan kedatangan Imam Mahdi dan Jumlah sifat-sifat Allah
2. Ibadah:
a. ushul : contohnya Rukun Sholat
b. furu'  : contohnya bacaan sholat (Doa Iftitah)
3. Muamalah
a. ushul : diharamkannya riba
b. furu'  : apakah menggunakan jasa bank juga haram?
4. Akhlaq
a. ushul :  diharamkan zina, berjudi, dan inum khamar
b. furu'  : menggunakan cadar




Kenapa sih bisa sampai terjadi perbedaan?
Potensi penyebab perbedaan pendapat:
1. Tabiat Islam itu sendiri. Islam adalah agama terakhir dan umur Rasulullah terbatas jadi Islam membuka pintu ijtihad kepada para ulama. Karena ilmu terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman jika Islam tidak dapat mengakomodir masalah-masalah yang terjadi dari perkembangan ilmu itu maka bisa jadi Islam ditinggalkan umantya. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan Rasulullah saat dia tidak ada adalah ijtihad dan ijtihad ini pun hanya untuk wilayah furu', tapi ushul tidak.
2. Adanya Qothy dan Dhonny
3. Perbedaan tempat, tiap tempat pasti punya adatnya sendiri. Jadi kita tidak bisa memaksakan prinsip jika berada di daerah orang lain. Contoh: masalah ukuran air untuk berwudhu dan ada suatu negara yang penduduknya jika sholat menggunakan sepatu, tapi kalo diterapkan di Indonesia bisa saja dianggap sesat.
4. Sampainya dalil ke ulama. Misalnya ada suatu dalil yang tidak sampai kepada seorang ulama karena bermacam-macam sebab, maka kemudian ulama itu berijtihad.
5.Perbedaan kapasitas ilmu. Contoh: Imam Ghozali tidak ahli dalam hadis, sehingga buku yang dihasilkan beliau mengandung hadis-hadis yang dhoif dan tidak dapat dijadikan referensi.

Itu dia alasan mengapa ulama lebih memilih kata perbedaan daripada perpecahan, karena Islam itu adalah satu dan rahmatan lil'alamiin. Poin pentingnya adalah kita tidak boleh memvonis orang lain atau mazhab lain salah. Bahkan Imam Syafi'i pernah berkata : "Pendapatku benar tapi bisa saja ada yang salah tapi saya tidak tahu". Hindari keraguan, jika masih belum merasa klop dengan ilmu yang didapat, maka perdalam ilmu sehingga mencapai ketenangan hati (yakin).

Sabtu, 19 November 2011

Lirik Yusuf Islam-I look I see

Pertama kali dengar, langsung ada gelitikan2 halus dalam hati. Subhanallah lagu ini benar-benar mengagungkan Allah dan Rasul-Nya ..


I look I look I look I see
I see a world of beauty
I touch I touch I touch I feel
I feel the world around so real

And everything I do,
I dedicate to You,
Cause You made me
I am for You
I listen listen listen I hear
I hear the word of God's so clear
I read I read I read I know
It helps my knowledge grow

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I listen listen listen I hear

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih

I sleep I sleep I sleep I dream
I dream in a garden green
I wish I wish I wish I pray
I pray to be here everyday

And everything I do
I dedicate to You
Cause You made me 
I am for You

I work I work I work I strive
To make something of my life
I seek I seek I seek I find
I find another hill to climb

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I look I look I look I see

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih



dari: LirikNasyid.com

Rabu, 16 November 2011

Kisahku dan Ibuku (Cerpen) Bag 1


Setiap malamku ibu selalu ada dalam mimpi-mimpiku. Kasihnya yang tulus dan pelukannya yang menghangatkan tak pernah lekang dari hatiku. Tak diragukan lagi aku benar-benar menyayanginya. Teringat akan kejadian dua puluh tahun yang lalu ketika aku ditelantarkan oleh ibu kandungku di depan sebuah masjid kecil di sebuah desa kecil perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Waktu itu umurku tiga tahun, badanku sangat panas karena sudah dua jam aku kehujanan di dinginnya malam. Lalu tiba-tiba sosok itu datang, seorang waninta yang sekarang ini aku panggil ibu.
“Ali, bagaimana sekolahmu tadi nak?”,Tanya ibu padaku
“Alhamdulillah bu, tadi Ali mendapat urutan pertama dalam lomba lari antar kelas..” jawabku senang.
Lalu seperti biasa, ibu langsung memelukku, menciumku, seraya berdoa agar hidupku selalu dilimpahi keberkahan. Begitulah keseharianku semasa aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun semua berubah seketika saat aku berumur 15 tahun, aku mendapat beasiswa melanjutkan sekolahku ke luar kota tepatnya di SMAN3 Padmanaba Yogyakarta.
“Nak, kamu benar-benar harus pergi ya?” Tanya ibuku sedih
“Iya bu, lumayan bu ini sekolahnya gratis karena beasiswa kan? Jadi ibu gak perlu terlalu lelah bekerja lagi karena Ali akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan prestasi Ali disana. Ini juga salah satu jalan untuk menggapai cita-cita Ali bu. Ibu tidak perlu khawatir, Ali akan selalu menghubungi ibu atau ibu juga bisa menghubungi Ali kapan saja”. Aku mencoba menghibur ibuku yang kutahu sangat sedih melepaskan kepergianku. Sebenarnya aku juga tidak tega meninggalkan ibu sendirian. Beliau sudah semakin tua, umurnya saja sudah hampir mencapai setengah abad. Tubuhnya yang dulu sangat sehat, sekarang sudah semakin lemah. Penglihatannya juga sudah mulai rabun.
Akhirnya aku pun pergi meninggalkan ibu, tapi syukur alhamdulillah para tetanggaku bersedia menjaganya dan senantiasa mengunjunginya. Di umurku yang bisa dibilang masih seumur jagung, berat rasanya untuk mulai hidup mandiri, Ibu tahu itu, dia pun membawakanku bekal makanan seminggu dan uang untuk hidupku disana. Walaupun aku menolak karena di sana nanti aku akan tinggal di asrama dan sudah pasti kebutuhan akan makanan akan juga dijamin, tapi ibu tetap memaksaku. Ibu teringat akan keponakannya yang mengalami nasib tragis karena di tempat perantauannya dia malah meninggal dunia akibat kekurangan makanan.
Waktu pun terus berlalu, karena kondisi keuangan yang terbatas, aku hanya pulang setahun sekali kalau hari lebaran tiba. Sampai suatu ketika, tetanggaku menelponku.. (bersambung)

Senin, 14 November 2011

Menilik kasus Bank Century ditinjau dari Etika Profesi


Analisis Kasus
Kasus Bank Century bukan hanyalah masalah perbankan tapi juga sudah memasuki ranah politik. Bagaimana tidak, para politikus sibuk memperdebatkan apakah Century berhak memperoleh bantuan dari pemerintah atau tidak.
Pada kenyataannya, pada Oktober tahun 2008 bank Century mengalami likuiditas karena surat-surat berharga valas yang dimiliknya jatuh tempo dan gagal bayar. Lalu pada November 2008 Bank Century gagal kliring karena gagal menyediakan dana (prefund). Kemudian BI mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk menetapkan Bank Century sebagai Bank gagal dan mengusulkan langkah penyelamat oleh LPS.
LPS kemudian mengambil alih Bank Century dan mengucurkan dana sebesar Rp 2,78 Triliun. Pengucuran dana dari LPS inilah yang kemudian diperdebatkan karena pertimbangannya apakah Bank Century masih layak untuk sustain? Dan jika permasalahan ini tidak mencuat ke permukaan, apakah BI tetap menyatakan bank itu tidak sehat?
Pengucuran dana dari LPS tidak hanya sekali tapi berkali-kali. Lalu Bank Century mendapat banyak tuntutan dari investornya atas penggelapan dana investasi yang dilakukan pemegang saham di Bank Century. PAda Mei 2009 BI melepaskan pengawasan khusus terhadap Bank Century.
Bank Century pun terus mengalami kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007. LPS mulai digugar parlemen karena jumlah biaya penyelamatan Bank Century dinilai terlalu besar.
Permasalahan ini tentu membuat kepercayaan masyarakat semakin berkurang kepada pemerintah. Masyarakat menilai pengawasan pemerintah terhadap perbankan kurang. Para pemegang saham yang nakal memanfaatkan situasi untuk tidak mengikuti saran dari BI untuk menjual surat berharga valas itu dan lalu menjadikannya deposito dan akhirnya ternyata sulit ditagih. Akibatnya terjadi likuiditas terhadap bank itu.
Padahal kejadian seperti ini pernah terjadi di Bank Global. Saat itu terjadi penggelapan dana nasabah oleh oknum pegawai Bank. Jika dilihat dari kedua kasus ini sudah seharusnya badan pengawasan Bank seperti Bapepam dan BI lebih serius menangani pengawasan ini. Walaupun secara umum Bank-bank di Indonesia sudah menerapkan good corperate and governance dan risk management namun masih ada pelanggaran terhadap etika profesi, seperti integritas, independensi dan profesionalisme.

Solusi penyelesaian kasus
Untuk penyelesaian kasus bank Century ini mungkin perlu adanya ketegasan dari pihak pemerintah dan aparat hokum dalam menanganinya, karena jika dibiarkan berlarut-larut maka yang akan dirugikan pastilah masyarakat.
Namun, untuk mencegah kejadian ini agar tidak terulang lagi yaitu perlu adanya antisipasi dari Bapepam dan BI tentang kejelasan kepemilikan saham suatu Bank serta kaitan antara Bank dengan suatu perusahaan. Karena banyak kasus yang terjadi yaitu Bank hanya menghimpun dana dari masyarakat untuk disalurkan ke sebuah perusahaan, yang keuntungannya bagi masyarakat menjadi tidak jelas. Dan selain itu potensi adanya mark up . Padahal pengelola keuangan harus terlepas dari berbagai konflik kepentingan.
Hal tersebutlah yang selama ini terjadi di Indonesia. Akibat dari tidak adanya kejujuran dan keterbukaan maka ekonomi kita pun menjadi terhambat.
Wajarlah masyarakat kemudian menjadi krisis kepercayaan kepada pemerintah. Karena masyarakat sendiripun akan cenderung ingin dananya aman. Oleh karena itu, di dalam etika profesi apapun pasti yang ditekankan adalah independensi, profesionalisme, dan integritas.
Kenapa ketiga hal ini menjadi sangat penting? Karena biasanya pengelola keuangan apalagi di sebuah bank atau perusahaan akan sering berbenturan dengan kepentingan stakeholder . Jika tidak adanya ketiga hal itu maka akan terjadi kasus seperti yang di atas.

Minggu, 13 November 2011

Menjadi Mentor itu Perlu


Assalamu'alaikum wr.wb.
Terinspirasi dari Training Of Mentor hari ini, aku mengambil banyak hikmah dibalik banyaknya peristiwa yang terjadi terhadap remaja-remaja di dunia khususnya di Indonesia saat ini.

Tawuran, free sex, narkoba sekarang ini banyak menghantui para remaja di Indonesia, bagai lingkaran setan perbuatan-perbuatan kemungkaran itu mengelilingi anak-anak muda bangsa calon penerus amanat negara ini. Tapi apa yang bisa diperbuat untuk mengatasinya? Ini adalah jeratan yang ikatannya sangat kuat dan sulit dilepaskan.

Kalau kita lihat berita-berita di TV banyak sekali yang mengabarkan tentang kenakalan remaja yang ramai terjadi, kita pun sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa, "biasalah anak muda jaman sekarang susah diatur, biasalah orang tuanya sibuk mencari uang tapi anaknya ditelantarkan, dan biasalah remaja-remaja di luar Indonesia pun hobinya tawuran kok". Sedih rasanya ketika tidak ada yang peduli lagi dengan nasib mereka.

Padahal bila mau berpikir tentang sejarah kemerdekaan Indonesia ataupun kejayaan Islam, semua itu yang melakukan adalah para pemuda, ya pemuda-pemuda anak bangsa yang memiliki dedikasi tinggi terhadap agama dan negaranya, tanah airnya. Lalu apa yang akan terjadi nanti jika para pemudanya sekarang sudah tidak lagi mementingkan kemajuan bangsa dan agamanya? Apa yang akan terjadi jika mereka menjadi generasi yang gagal, yang kelak hanya dapat menjadi beban bagi orang di sekitarnya?

Faktanya, sudah banyak anak-anak remaja seperti SMP dan SMA yang sudah banyak terjangkit penyakit kenakalan remaja ini. Tidak laki-laki, tidak juga perempuan, semuanya sama saja. Bahkan yang berkerudung pun merokok, naudzubillah. Siswi SMP kedapatan bersama-sama seorang om-om di dalam kamar hotel, banyak yang diajak ke aliran sesat, bahkan pemurtadan dari Islam.

Harusnya kita malu pada diri kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan diri kita sendiri. "Biarlah mereka seperti itu, yang penting aku kan gak ikut-ikut seperti mereka" atau seperti ini  "Huh, bagaimana sih anak-anak sekarang, hobinya tawuran mulu, merokok, apa gak diajarin ya sama orang tuanya?" . Hanya bisa berkata-kata tapi tidak ada realisasinya, ibarat peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya".

Di dalam hadis dikatakan: "Jika terjadi suatu kejahatan, maka perangilah ia dengan tanganmu, jika tidak bisa dengan ucapanmu, dan bila tidak bisa juga maka perangilah ia dengan hatimu (doa) maka itu adalah selemah-lemahnya iman" 

Ada sebuah catatan kecil seseorang yang ingin mengubah dunia:
" Dulu waktu kecil aku bercita-cita menjadi seseorang yang dapat mengubah dunia. Setelah beranjak remaja aku mulai berpikir untuk hanya mengubah negaraku. Lalu aku pun menjadi dewasa, cita-cita ku pun semakin sempit hanya untuk mengubah keluargaku saja. Umurku semakin bertambah dan aku pun semakin tua, lalu aku pun sadar, tidak ada satupun cita-citaku yang terwujud, dan aku pun menyesal seharusnya dari awal aku lah yang harus mengubah diriku pertama kalinya."

Dari catatan ini tentu kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain ke arah kebaikan, sedangkan kita belum baik.

Lalu apakah kemudian kita harus menunggu menjadi baik dulu baru kemudian memberi kebaikan kepada orang lain? Tentu jawabannya tidak, karena sunnatullah ketika kebaikan mencari pengikut lebih banyak maka keburukan juga demikian, keburukan juga akan mencari teman sebanyak-banyaknya untuk diajak ke neraka, mengutip kata2 dari ust. Masturi.

Jadi, bagaimana sikap kita seharusnya dalam menyikapi kondisi yang mengenaskan ini? Wahai saudara-saudaraku, ini adalah alasan kenapa mentoring itu perlu dan ketika mentoring menjadi keperluan maka begitu juga dengan mentornya.
Jangan pernah berpikir "Saya tidak pantas menjadi mentor, biar dia saja". Kalau semua berpikir begitu, maka siapa yang akan maju membuat sebuah perubahan menjadi agent of change?

Menjadi seorang mentor memang bukan suatu perkara mudah. Ada 3 hal yang harus dimiliki seorang mentor:
1. Mempunyai sifat mengalah
2. Dapat Mengasuh
3. Mempunyai sifat sabar

Tapi jangan khawatir, ketika niat kita sudah lillahi ta'ala, rintangan, onak ataupun duri bahkan gunung yang sangat tinggi pun bisa kita taklukkkan. Jangan takut gagal, karena Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang juga menolong agama-Nya.

Negara ini sudah sakit, ditambah lagi dengan generasi mudanya yang kian lama tidak menunjukkan perubahan positif, malah menjadi semakin mundur. 
Ketika kemaksiatan sudah merajai suatu wilayah dan tidak ada yang mau mengubahnya, maka tunggu sajalah azab dari-Nya akan menimpa negara ini. Dan kita semua pasti tahu azab-Nya itu sangat pedih.

Maka dari itu, ayo kita satukan kekuatan..
Mari kita beramal jama'i..
Mari kita bimbing adik-adik kita..
Mari menjadi mentor..
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan..

Sungguh, jika kita semua sudah tergugah hatinya untuk dapat menolong adik-adik kita, para penerus perjuangan kita, insya allah mereka tidak akan terpengaruh arus globalisasi yang dapat menggerus keimanan mereka. Mereka akan menjadi bibt-bibit unggul yang dapat menjadi kebanggaan kita, kebanggaan seorang mentor/murobbi karena bisa mengajak mereka memasuki pintu surga bersama-sama.

Sesungguhnya yang benar datang dari Allah dan kesalahan adalah dari diri saya sendiri. Assalamu'alaikum wr.wb.

Sabtu, 12 November 2011

الذكرى السنوية لزفاف والدي ووالدتي إلى 22


Ulang Tahun Pernikahan Ayah dan Ibu yang Ke-22

Walaupun perjalanan kehidupan rumah tangga keluarga kita penuh dengan liku dan cobaan tapi subhanallah ayah dan ibu masih bisa tetap setia sampai sekarang, terutama ibu yang kesabarannya mungkin lebih kokoh dari gunung yang paling kokoh sekalipun. Belum banyak yang bisa aku berikan untuk kebahagiaan kalian, tapi aku sekarang bisa berdoa semoga ayah selalu dilembutkan hatinya agar bisa menyayangi ibu sepenuh hati. Semoga Ibu selalu dalam perlindungan-Nya dalam kenikmatan kesehatan dan diliputi kebahagiaan.

Jika mengingat ayah dan ibu ketika sedang dalam keadaan tidak baik, sedih rasanya hati ini. Berharap Allah segera menghilangkan cobaan itu. Tapi ketika mengingat kemesraan ayah dan ibu, senang rasanya hati ini. Berharap Allah mau memberikan moment itu seumur hidup agar tak ada lagi yang tersakiti.

22 tahun itu bukan waktu yang singkat, tapi sekali lagi, aku bersyukur sampai sekarang kita masih diberi kesempatan bersama2 di dunia ini. Alhamdulillah Ya Allah, Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang selalu mensyukuri nikmat-Mu. Bersyukur aku mempunyai orang tua yang menyayangi dan mengasihiku seperti mereka, maka kasihilah mereka Ya Allah.. amiin Ya Rabb..

Feed me, Please =D