Kamis, 25 Juni 2015

When does Love Grow by Itself

Once again, i am writing about l.o.v.e . I don't know why, Maybe I'm in love now? Hahaha..
Just write what i feel and what i wanna tell you all. Just when does Love grow by itself? Ridiculous question or not? Maybe not like common question, such as, why do you love me? will you marry me? or do you love me.

One more question, where does love come? Okay, you may say from eyes and then heart. I think than aswer is no wrong. So the question has an answer, has not it? Mostly, people fell in love with their pairs whom they met somewhere, sometime. Special condition, if a man didn't know about his bride well, but he still married her. How did it happen?

In Islam, Moeslim must believe that all kindness are given by Allah SWT. Love is one of Allah's Kindness that every creatures has. But, the long last time and endless is just Allah's love. If you love Allah more than anything, like parents, family, children, and wealth, it means you've already got all you want.

When does love grow by itself? I, myself, believe that if we love others because Allah, automatically the love will grow. It makes sense, when a man married woman who they don't know each other can live happily, because they love Allah in the first place. Allah makes their loves grow. Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah..

For you, who still not meet your partner, include me, don't worry, just be happy because we still have Allah's love, and that means everything, the most valuable thing in our lifes :)

1st time, Sitokok, Batam

Agak menyesal juga tidak berfoto di jembatan barelang, sitokok, batam, padahal beberapa kali melewati jembatan itu. Sempat mau singgah ke salah satu penjual jagung bakar disana jika kembali untuk piket samapta disana, tapi hal itu tidak pernah terjadi, karena saya pun tidak jadi ditugaskan untuk piket disana. It's okay, karena hampir sebulan saya sudah tidak di kantor, so in a fact, i was really happy.

Waktu itu adalah kunjungan kedua di Batam, misinya adalah menjadi petugas piket Samapta Angkatan II dan III TA 2015 untuk pegawai Bea dan Cukai. Biasanya saya tidak akan ditugaskan keluar jika tidak karena "terpaksa" seperti waktu ke Jambi itu juga. Saya pun diberi tahu piket Samapta juga saat piket di Jambi. Jadi setelah di Jambi, saya pun melanjutkan tugas di Batam, tepatnya di Batalyon Marinir AL Sitokok, Batam. Atasan saya meminta saya piket disana karena peserta Samapta kali itu ada ibu-ibu juga, sehingga paling tidak ada petugas yang perempuan juga untuk mendampingi ibu-ibu itu.


Senin, 22 Juni 2015

HOTD #6

Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim dari hadits al-Ala' bin Abdur Rahman, mantan budak al-Hirqah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, beliau bersabda:

"Allah Ta'ala berfirman, 'Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, separonya untuk-Ku dan separonya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.' Apabila hamba mengucapkan, 'Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin', Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.' Dan, apabila hambaku mengucapkan, 'Ar Rahmaanir Rahiim', Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.' Dan, apabila hamba-Ku mengucapkan, 'maaliki yaumiddiin', Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah memuliakan Aku.' Dan, apabila hambaku mengucapkan, 'Iyyakana'budu wa iyyaakanasta'iin', Allah berfirman, 'Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.' Maka apabila hamba itu mengucapkan, 'Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraathal ladziina an'amta alaihim ghairil maghdhuubi alaihim waladh-dhaalliin', Allah berfirman, 'Ini adalah untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta."

Cinta

Cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah cinta yang sejati. Cinta orang tua kepada anaknya pun bukanlah cinta sejati. Sudah banyak kasus yang terjadi seperti orang tua yang tega membuang anaknya sendiri atau memperlakukan anaknya sendiri dengan tidak baik, begitu juga sebaliknya. Cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah cinta yang tak tergantikan. Ketika Allah menciptakan suatu makhluk pasti Dia akan selalu mengawasi dan menjaganya. Tidak benar jika kita diciptakan secara sia-sia. Allah menciptakan kita adalah agar kita selalu menyembah hanya kepada Nya dan kelak pasti akan kembali kepadaNya.

Ada sebuah pelajaran yang diberikan oleh seorang ustadz, yaitu kita mencintai orang tua karena Allah memerintahkan kita untuk mencintai mereka, bukan kita mencintai Allah karena disuruh oleh orang tua kita. Kita mencintai pasangan suami/istri kita karena Allah yang memerintahkan demikian. Jadi dapat disimpulkan, kita mencintai seseorang seharusnya karena Allah. Allah lah yang menimbulkan rasa cinta dan sayang di antara hamba-hambaNya, mencintailah karena Allah. 

17 Days in Jambi

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Jambi. Cukup melelahkan juga karena tidak ada penerbangan langsung dari Pekanbaru dan harus transit dulu di Cengkareng. Berangkat ba'da subuh dari kosan, sampai di Jambi sudah pukul 2 siang. Alhamdulillah penerbangannya tidak ada yang ditunda :)

Pertama kali sampai di bandara Jambi

Wondering, bagaimana sih Jambi itu? Hmmm, turun dari pesawat yang dirasakan pertama adalah wow, panasnya luar biasa. Bandara Jambi sangat-sangat sederhana :'). Karena sudah waktu zuhur, saya pun mencari tempat sholat terlebih dahulu. Selepas sholat saya pun menuju kantor tempat diselenggarakannya diklat, yaitu KPPN Jambi di jalan Ahmad Yani, Telanaipura. Pertama kali menaiki taksi resmi bandara seperti naik mobil rental di soetta, pertama kali juga mendengar kata "Telanaipura". Wondering, what is it Telanaipura?
Pegawai di KPPN Jambi sangat humble, sewaktu sampai di tempat, mereka langsung berusaha untuk mencari penginapan yang dekat dan masih masuk pagu untuk pelaksana seperti saya. Akhirnya saya pun menginap di hotel Mega Indah selama di Jambi. Cukup dekat, hanya membutuhkan waktu lebih kurang tujuh menit jalan kaki.
Meskipun di Jambi saya tidak kemana-mana, tapi ada satu icon kota Jambi yang saya sempat kunjungi yaitu "Gentala Arasy" sering disebut Ancol Jambi. Cukup penasaran, karena setelah tanya sana sini tidak ada tempat wisata di Jambi, dan banyak yang menyarankan agar datang ke Ancol.

Jembatan Ancol Jambi

Sayangnya saya kesana hanya sendiri :( dan juga sewaktu siang hari dan sangat panas, maka disana ada yang menyewakan payung, tidak perlu khawatir. Setelah bermain di Gentala Arasy, saya pun jalan-jalan ke Mall Jambi, tapi sayangnya cuma sendirian :( *sedih banget yak hahaha

Beberapa kesan saat di Jambi, salah satunya saat sore hari jalanan di depan KPPN Jambi selalu dipenuhi anak motor, suara-suara berisik dari motor-motor mereka pun selalu mewarnai sore hariku di KPPN :) Memang kondisi jalan di depan kantor lumayan sepi jadi sering digunakan sebagai tempat mereka menyalurkan hobi yang menantang maut itu. Bahkan beberapa kasus kecelakaan dan mengambil korban nyawa juga tidak jarang terjadi disana, tapi walaupun begitu tetap saja balapan liar itu tetap saja ada.

Senang rasanya bisa berkenalan dengan pegawai disana, Alhamdulillah 'ala kulli haal..


Feed me, Please =D