Sabtu, 25 Oktober 2014

Cuap-Cuap Anak Rantau

Tak terasa sudah hampir tiga bulan berada di Bumi Lancang Kuning ini sebagai anak rantau. Meskipun begitu tidak sedikit pengalaman yang telah dirasakan. Mulai dari bertemu dengan orang-orang baru dan akhirnya memutuskan untuk kursus setir mobil disini. Ternyata jarak yang semakin dekat dengan rumah dibandingkan saat di Jakarta membuatku semakin kangen rumah padahal belum lama ini sudah pulang. Inginnya bisa selalu dekat dengan orang tua, tinggal bersama mereka dan berbakti menjadi anak yang soleha, meskipun disini aku juga tak pernah lupa selalu mendoakan dan mengingat mereka, setiap malam pun pasti ada tukar kabar melalui telpon, maklum aku ini anak semata wayang.

Pertama kali sampai di bandara Sultan Syarif Kasim II, kota Pekanbaru, kesannya sangat mengejutkan, karena ternyata meskipun kecil, tapi bandara ini sangat apik, apalagi jika dilihat dari depan. Saat di perjalanan keluar dari bandara pun disambut dengan tulisan "Selamat Datang di Bumi Lancang Kuning". Selang beberapa hari di Pekanbaru, aku pun memberanikan diri untuk mulai berkeliling-keliling sendirian, saat itu motorku dari Medan sudah sampai di Pekanbaru. Disini banyak sekali masjid dengan arsitektur yang unik-unik, tempat wudhunya pun kebanyakan sudah dipisah dan tertutup bagi yang perempuan. Untuk masjid agung di Pekanbaru, namanya Masjid Agung An-Nur, masih dua kali sholat disana. Luasnya melebihi luas masjid Agung di Medan. Sangat luas.
Bangunan-bangunan perkantoran disini terutama bangunan pemerintahan juga sangat unik, mungkin aku berkata seperti ini karena di Medan semuanya terlihat biasa saja. 

Rabu, 03 September 2014

Dua Puluh Tiga Tahun


Thank you google for making me that picture of my birthday :)
So fast, time goes away
I think i'm still a little girl that can always want to get attention every time
Actually, I have many plans in my age now, one of them i wanna get marry soon
It's not simple of course, because i'm a type who can not honest even with myself, I'm afraid
Who will marry me?
Dua Puluh Tiga Tahun
I wish I can be with my parents all of my life
I realize, i just can happy, if they are happy too
With my friends too of course
But life is short, nobody knows when she/he die and go back to Allah
Nobody can predict that time
Oh, I hope I'm a moeslim until I die, a better moeslim, a true moeslim
I hope I can join the prophet Muhammad SAW and all of his family in Jannah

Selasa, 02 September 2014

ODOL 4 Akhwat

Pertama kali mendapat info tentang ODOL (One Day One Line) adalah dari seorang ukht yang nge-share info tersebut di grup ODOJ (One Day One Juz). Apa itu ODOL? Mungkin kalau ODOJ banyak orang yang sudah tahu, ODOL seperti ODOJ juga, hanya saja ODOL adalah salah satu cara untuk menghafal Al Quran dengan minimal sehari setoran adalah satu baris (Qur’an Utsmani). Caranya adalah dengan menggunakan media whats app, yaitu merekam hafalan kemudian melaporkannya ke grup. Nanti akan disimak dan dikoreksi oleh pasangan kita di grup itu. Jika sehari saja tidak setoran hafalan maka akan dikenakan sanksi dan jika sudah melanggar di luar batas toleransi maka admin tidak akan segan untuk mengeluarkan anggota tersebut. Peraturannya benar-benar ketat. Tapi memang sepertinya harus begitu agar para anggota menjadi serius untuk menghafal.
Awalnya benar sangat ragu apakah bisa komitmen dan istiqomah. Jika ditimbang-timbang inilah satu-satunya jalan yang saat ini ditunjukkan Allah agar aku dapat bertahan di kota asing ini karena aku belum menemukan teman seperti teman-teman mujahadah disana. Bismillah, akhirnya kuberanikan diri untuk menghubungi admin ODOL Akhwat. Alhamdulillah dengan beberapa pertanyaan tentang komitmen yang diberikan admin, aku dapat bergabung dengan ODOL 4 Akhwat.
Sebagai permulaan akupun melanjutkan hafalan juz 29 –ku. Sungguh berat memang untuk mengikat hafalan jika tidak terus diulang-ulang, belum lagi aku termasuk orang yang tingkat kemalasannya lumayan mengkhawatirkan, padahal ingatanku juga tidak bagus-bagus amat. Meskipun begitu, kukuatkan kembali azzam, jika tidak dipaksakan tidak akan bisa maju. Luruskan niat, beberapa kali sulit itu datang menghadang, kuingat kembali betapa rasa malas ini harus terus dilawan. Terbukti Allah selalu memberi kemudahan.

Pelan-pelan, meskipun tidak jarang hanya sebaris saja, tapi jika istiqomah insya Allah bisa. Yang terpenting niatnya adalah agar selalu dekat dengan Quran. Tak jarang seseorang futur karena dirinya jauh dari Quran. Semoga bisa terus istiqomah, bagaimanapun perjuangan kesana “Jannah” masih panjang.

Feed me, Please =D