Senin, 19 Desember 2016

Kerugian Orang-Orang Dzalim


إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ
 .أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ

" Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi." ( An-Naml:4-5)

Jika kita mencoba mentadabburi ayat tersebut maka kita akan dapat mengetahui bahwa orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, yaitu hari kiamat, hari dihisabnya amalan, tentang surga dan neraka, maka Allah akan menjadikan perbuatan-perbuatan buruk mereka terasa indah bagi mereka. Mereka sama sekali tidak akan merasa bersalah ketika mereka menyakiti orang lain, mencuri dan merampas hak orang lain, dan berbuat kemaksiatan serta kerusakan di muka bumi ini seperti yang terjadi pada saudara-saudari di bumi Syams saat ini, bahkan di seluruh penjuru dunia kaum muslimin direndahkan dan didzalimi oleh musuh-musuhnya.

Mungkin banyak yang sudah mengecam, mengutuk, bahkan memutus hubungan dengan mereka, tetap saja mereka menganggap hal itu merupakan sesuatu yang benar, menembaki anak-anak dan orang yang tidak berdaya, membom sekolah, rumah sakit, dan rumah penduduk sipil, serta menyiksa orang-orang yang tidak bersalah. 

Sungguhlah mereka termasuk ke dalam orang orang yang rugi, mereka tidak yakin akan siksaan bagi orang-orang yang dzalim kelak di akhirat bahkan mereka dengan yakin akan masuk surga. Sungguh jauh angan dari kenyataan. Mereka bergelimang dalam kesesatan karena mereka meyakini perbuatan mereka benar dan hanya Allah yang dapat memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Orang-orang dzalim itu akan mendapat siksaan buruk di dunia serta tidak akan mendapat pertolongan Allah di akhirat. Padahal tidak ada yang dapat menolong saat itu kecuali Allah Tabarakarrahman.

Hancurnya Moral Bangsa

Akhlak seorang muslim sudah seharusnya meneladani akhlak dari Rasulullah Muhammad Salallahu 'alaihi wa Salam, sehingga tidak ada orang-orang di luar Islam yang berkata Islam agama yang intoleran, agama teror, agama yang tidak mengajarkan kebaikan, dan keburukan-keburukan lainnya yang sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna hanya saja orang islamnya yang tidak sempurna.

Banyak sekali muslim sekarang yang tidak menjalankan syariat agamanya, termasuk juga saya yang juga sangat lemah pengetahuan tentang agama ini. Hal ini tentu saja membuat kesedihan bagi orang-orang yang memahaminya. Bagaimana tidak, terlebih di zaman dengan tingkat kerusakan moral yang tinggi, anak-anak muda yang seharusnya menjadi harapan pemersatu umat pembela agama tetapi menjadi beban bagi negara. Bagaimana tidak, anak-anak muda yang seharusnya belajar dan berbakti tetapi lebih asyik dengan gadget, senda gurau dan bermain-main yang sia-sia.

Pada Hari Anti Korupsi Internasional pada tanggal 9 Desember 2016 lalu dipusatkan di Riau dan yang saya dengar adalah alasannya karena Riau sudah masuk ke dalam kategori Darurat Korupsi di Indonesia. Padahal Riau dikenal sebagai bumi Melayu dan Melayu dikenal sebagai masyarakat muslim, bagaimana bisa terjadi? Hal ini karena sudah semakin lemahnya generasi muda islam yang memahami agamanya. Kasus pelecehan seksual meningkat, kekerasan terjadi dimana-mana, dan korupsi pun merajalela dan itu terjadi dari anak sekolah hingga orang dewasa. Sangat miris ketika Allah dengan sangat pemurahnya memberikan banyak kenikmatan untuk negara ini tapi banyak yang durhaka dan kufur akan nikmatNya.

Kamis, 13 Oktober 2016

Sungguh Aku Dekat

Seketika beberapa hari ini aku merasa sedang mencari-cari sesuatu yang sepertinya hilang. Aku berusaha mendapatkan hak yang hilang itu. Terkadang aku merasa sangat kurang bersyukur. Dari sekian banyak nikmat yang telah kuterima, rasanya aku masih menjadi hamba yang sedikit sekali bersyukur. Terbukti dari diriku yang sedang menyedihkan sesuatu.

Allah sangat dekat dengan hambaNya (Al Baqarah:186) Betapa indah ayat tersebut. Terkandung makna di dalamnya bahwa tidak perlu bersedih, Allah mendengar segala keluh kesah hamba-hambaNya, Allah tahu segala apa yang terjadi pada hamba-hambaNya dan Allah akan mengabulkan segala doa yang hambaNya minta. Syaratnya hanyalah kita diperintahkan untuk mematuhi perintahNya dan berhusnudzan kepadaNya.

Feed me, Please =D