Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Kesabaran dalam Ujian

Bismillahirrohmaanirrohim,
Ujian apapun itu pasti setiap orang akan mengalaminya. Akan tetapi tidak semua orang dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang sedang dihadapinya. Kebanyakan manusia akan sering mengeluh kemudian menyalahkan orang lain bahkan yang lebih parahnya lagi menyalahkan Allah. Keluhan itu hanya menambah kegelisahan jiwa yang akhirnya menyebabkan hati dan pikiran akan lebih lelah.

Pada dasarnya, kenapa sih Allah memberi ujian kepada kita? Coba dilogika, kita sekolah dan menuntut ilmu disana, kita belajar dan belajar. Untuk apa kita belajar? Pasti untuk menambah pengetahuan kita kan? lalu apa yang dapat membuktikan kita menguasai pelajaran-pelajaran yang kita kuasai di sekolah kita itu? Yah, pastinya lewat ujian, jika kita tidak diuji kita tidak tahu seberapa kemampuan kita dalam menguasai materi pelajaran itu. Dari sana kita dapat mengetahui dimana saja kelemahan-kelemahan kita dan harapannya nantinya bisa memperbaikinya.

Begitu juga ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah ingin menguji sejauh mana hamba-Nya mencintai-Nya. Sudah sedalam apakah keimanan dan ketakwaan yang dipersembahkan hamba-Nya untuk-Nya. Selain itu dengan ujian yang diberikan Allah, kita bisa lebih bijak memaknai kehidupan dan pada akhirnya juga meningkatkan derajat kita dihadapan-Nya. 

Pernah gak berpikir, Allah memberikan ujian kepada kita karena Dia sayang kepada kita? Anas radiyallahuanhu, Rasulullah berkata " Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barangsiapa yang rela menerimanya, maka Allah meridhoinya dan barangsiapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah." (H.R Tirmidzi).
Loh kalau Allah cinta kepada kita kenapa kita malah diuji?
Allah ingin hamba-hamba yang dicintai-Nya dibedakan dengan hamba-hamba yang tidak memperoleh cinta-Nya itu. Ibaratkan kita ingin memasak nasi, maka beras yang mau kita masak itu kita cuci dulu kan? kita pisahkan kotoran-kotoran yang ada dalam beras, sehingga setelah matang nanti kita nikmat menyantapnya. Nah, pencucian adalah cara Allah membedakan tingkatan ketakwaan hamba-hamba-Nya. Kotoran-kotoran itu sendiri adalah keburukan-keburukan kita, yang apabila dengan ujian keburukan itu dapat terkikis. Keburukan itu bisa saja , penyakit, kesulitan-kesulitan dan arti keburukan itu sendiri yaitu buruknya akhlak, ya jadi seperti penghapus dosa.


Abu Sa'id dan Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda "Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya." (HR.Bukhari dan Muslim).


Walaupun begitu, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian dalam menghadapi ujian yang dialaminya. Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya (Al-Baqarah:286). Dan yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan (Al-Insyirah:7-8).

Itu sebabnya, jika kita dilanda ujian, seharusnya kita memohon pertolongan hanya kepada Allah, karena Dialah yang memberi kita ujian dan Dia juga yang dapat menolong kita.

Terbuktikan Cinta-Nya kepada kita sangat luas dan besar. Dia gak rela jika ada hamba-Nya yang sudah berusaha keras meraih cinta-Nya disamakan dengan hamba-Nya yang mau santai-santai aja. Yang tidak mau diuji tapi mau masuk surga, hehe.
Kita harus selalu yakin pertolongan Allah dekat. Berikhtiarlah semampumu lalu bertawakkallah, Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kemampuan hamba-Nya.

Untuk yang sedang menghadapi ujian di sekolah ataupun di kampusnya, anggap itu juga bagian dari ujian kehidupan juga. Mampu gak kita untuk tidak mencontek, bisa gak kita jujur saat mengerjakan ujian itu. Dan jangan lupa untuk belajar dan berdoa. Karena jika hanya berdoa tapi tidak belajar ya sama aja bohong, tapi berdoa juga penting, Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan, jadi kalo kita udah berusaha, pasti dapat hasil yang bagus, jika belum dapat hasil yang diinginkan, jangan langsung menyalahkan orang lain apalagi dosen yang memberi nilai. Anggaplah itu sebagai ujian kehidupan yang lain.
Oh iya tetapkan niat dan tujuan kita . Jika tujuan kita hanya untuk mengejar prestise yang itu berarti hanya untuk kebanggaan semata, maka kita akan jadi orang yang merugi. Tapi ketika kita libatkan Allah dan tujuannya lillahi ta'ala, maka kita dapat dua kelebihan sekaligus. Lulus dalam ujian sekolah dan ujian di hadapan Allah, amiin..
Jangan pernah mengeluh, Azzamkan dalam diri bahwa kita bisa dan Allah selalu bersama orang-orang yang berjuang untuk-Nya..

"Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina" (Ya Allah jadikanlah belajar dan ujianku berada dalam keberhasilan)

Selamat Menempuh Ujian..


Perbedaan (Ikhtilaf) dalam Islam

Oleh: Ust. Masturi
Perbedaan (Ikhtilaf) berbeda dengan perpecahan (Tafarruq). Kenapa para ulama memilih kata Ikhtilaf bukannya Tafarruq?
Ini dia alasannya
Kandungan dalam agama Islam terdiri dari
1. Aqidah
2. Ibadah
3. Muamalah
4. Akhlaq
Keempat kandungan ini harus dipahami secara menyeluruh. Jika seseorang aqidahnya Islam tapi tidak mau sholat maka orang ini tidak bisa dikatakan sebagai seorang muslim. Jadi keempat unsur kandungan itu berkaitan satu sama lain.

Kapan kita boleh berbeda pendapat dalam Islam?
Dalam beribadah ada namanya ushul dan furu'. Apa itu?
1. Ushul : pokok. Nah di dalam urusan ushul ini kita tidak boleh berbeda pendapat. Kenapa?
Di dalam ushul fiqh, ushul diketahui dari adanya nash.
Nash terbagi menjadi:  Qothy tsubut dan Qothy dalalah
a. Qothy Tsubut: Qothy artinya adalah pasti (tidak dipertanyakan) sedangkan Tsubut sendiri artinya adalah dalil sampai kepada kita. Jadi Qothy Tsubut artinya Dalil-dalil yang sampai kepada kita dan tidak boleh dipertanyakan. Contohnya: Al-quran dan Hadis Mutawattir
b. Qothy Dalalah: Ini adalah kepastian makna (jelas) Contoh: syahadat, zakat, rukun iman, dan rukun islam

2. Furu' : cabang. Karena ini adalah cabang maka masalah-masalah disini boleh berbeda tiap orang atau mazhab. Furu' ini juga terbagi dua yaitu:
a. Dhonny Tsubut: contohnya Hadis Ahad
b. Dhonny Dalalah
Kedudukan dhonny sendiri berada diantara ragu (شك) dan yakin. Di dalam Islam hal-hal yang meragukan itu harus ditinggalkan, tapi untuk dhonny ini tingkatannya sudah di atas keraguan dan mendekati yakin.
Dari sini bisa diambil kesimpulan, sesama muslim boleh berbeda pendapat dalam wilayah furu' ini saja. Jika suaatu masalah sifatnya qodhy tsubut dan Dhonny dalalah, maka masalah tersebut masuk ke dalam kategori furu' ini. Contoh: Kita harus meyakini semua ayat-ayat di dalam Al-Quran maka itu adalah Qothy Tsubut tapi di dalam ayat-ayat itu ada berbagai macam penafsiran, misalnya saja dalam masalah masa iddah bagi wanita yang sudah bercerai. Ada golongan ulama yang menafsirkan yang dimaksud 3 kali quru'  (iddah) itu adalah 3 kali suci dan ada yang berkata 3 kali haid. Nah disini yang dibolehkan timbul perbedaan tapi esensinya tetap sama yaitu 3 kali quru'. Jika begitu penafsiran yang berbeda-beda ini termasuk kategori Dhonny dalalah.

Tadi di awal dikatakan bahwa kandungan Islam ada 4, jika dihubungkan dengan ushul dan furu' maka bisa dicontohkan seperti ini:

1. Aqidah:
a. ushul : contohnya rukun iman
b. furu'  : contohnnya kepercayaan kedatangan Imam Mahdi dan Jumlah sifat-sifat Allah
2. Ibadah:
a. ushul : contohnya Rukun Sholat
b. furu'  : contohnya bacaan sholat (Doa Iftitah)
3. Muamalah
a. ushul : diharamkannya riba
b. furu'  : apakah menggunakan jasa bank juga haram?
4. Akhlaq
a. ushul :  diharamkan zina, berjudi, dan inum khamar
b. furu'  : menggunakan cadar




Kenapa sih bisa sampai terjadi perbedaan?
Potensi penyebab perbedaan pendapat:
1. Tabiat Islam itu sendiri. Islam adalah agama terakhir dan umur Rasulullah terbatas jadi Islam membuka pintu ijtihad kepada para ulama. Karena ilmu terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman jika Islam tidak dapat mengakomodir masalah-masalah yang terjadi dari perkembangan ilmu itu maka bisa jadi Islam ditinggalkan umantya. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan Rasulullah saat dia tidak ada adalah ijtihad dan ijtihad ini pun hanya untuk wilayah furu', tapi ushul tidak.
2. Adanya Qothy dan Dhonny
3. Perbedaan tempat, tiap tempat pasti punya adatnya sendiri. Jadi kita tidak bisa memaksakan prinsip jika berada di daerah orang lain. Contoh: masalah ukuran air untuk berwudhu dan ada suatu negara yang penduduknya jika sholat menggunakan sepatu, tapi kalo diterapkan di Indonesia bisa saja dianggap sesat.
4. Sampainya dalil ke ulama. Misalnya ada suatu dalil yang tidak sampai kepada seorang ulama karena bermacam-macam sebab, maka kemudian ulama itu berijtihad.
5.Perbedaan kapasitas ilmu. Contoh: Imam Ghozali tidak ahli dalam hadis, sehingga buku yang dihasilkan beliau mengandung hadis-hadis yang dhoif dan tidak dapat dijadikan referensi.

Itu dia alasan mengapa ulama lebih memilih kata perbedaan daripada perpecahan, karena Islam itu adalah satu dan rahmatan lil'alamiin. Poin pentingnya adalah kita tidak boleh memvonis orang lain atau mazhab lain salah. Bahkan Imam Syafi'i pernah berkata : "Pendapatku benar tapi bisa saja ada yang salah tapi saya tidak tahu". Hindari keraguan, jika masih belum merasa klop dengan ilmu yang didapat, maka perdalam ilmu sehingga mencapai ketenangan hati (yakin).

Sabtu, 19 November 2011

Lirik Yusuf Islam-I look I see

Pertama kali dengar, langsung ada gelitikan2 halus dalam hati. Subhanallah lagu ini benar-benar mengagungkan Allah dan Rasul-Nya ..


I look I look I look I see
I see a world of beauty
I touch I touch I touch I feel
I feel the world around so real

And everything I do,
I dedicate to You,
Cause You made me
I am for You
I listen listen listen I hear
I hear the word of God's so clear
I read I read I read I know
It helps my knowledge grow

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I listen listen listen I hear

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih

I sleep I sleep I sleep I dream
I dream in a garden green
I wish I wish I wish I pray
I pray to be here everyday

And everything I do
I dedicate to You
Cause You made me 
I am for You

I work I work I work I strive
To make something of my life
I seek I seek I seek I find
I find another hill to climb

And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I look I look I look I see

He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih



dari: LirikNasyid.com

Minggu, 13 November 2011

Menjadi Mentor itu Perlu


Assalamu'alaikum wr.wb.
Terinspirasi dari Training Of Mentor hari ini, aku mengambil banyak hikmah dibalik banyaknya peristiwa yang terjadi terhadap remaja-remaja di dunia khususnya di Indonesia saat ini.

Tawuran, free sex, narkoba sekarang ini banyak menghantui para remaja di Indonesia, bagai lingkaran setan perbuatan-perbuatan kemungkaran itu mengelilingi anak-anak muda bangsa calon penerus amanat negara ini. Tapi apa yang bisa diperbuat untuk mengatasinya? Ini adalah jeratan yang ikatannya sangat kuat dan sulit dilepaskan.

Kalau kita lihat berita-berita di TV banyak sekali yang mengabarkan tentang kenakalan remaja yang ramai terjadi, kita pun sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa, "biasalah anak muda jaman sekarang susah diatur, biasalah orang tuanya sibuk mencari uang tapi anaknya ditelantarkan, dan biasalah remaja-remaja di luar Indonesia pun hobinya tawuran kok". Sedih rasanya ketika tidak ada yang peduli lagi dengan nasib mereka.

Padahal bila mau berpikir tentang sejarah kemerdekaan Indonesia ataupun kejayaan Islam, semua itu yang melakukan adalah para pemuda, ya pemuda-pemuda anak bangsa yang memiliki dedikasi tinggi terhadap agama dan negaranya, tanah airnya. Lalu apa yang akan terjadi nanti jika para pemudanya sekarang sudah tidak lagi mementingkan kemajuan bangsa dan agamanya? Apa yang akan terjadi jika mereka menjadi generasi yang gagal, yang kelak hanya dapat menjadi beban bagi orang di sekitarnya?

Faktanya, sudah banyak anak-anak remaja seperti SMP dan SMA yang sudah banyak terjangkit penyakit kenakalan remaja ini. Tidak laki-laki, tidak juga perempuan, semuanya sama saja. Bahkan yang berkerudung pun merokok, naudzubillah. Siswi SMP kedapatan bersama-sama seorang om-om di dalam kamar hotel, banyak yang diajak ke aliran sesat, bahkan pemurtadan dari Islam.

Harusnya kita malu pada diri kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan diri kita sendiri. "Biarlah mereka seperti itu, yang penting aku kan gak ikut-ikut seperti mereka" atau seperti ini  "Huh, bagaimana sih anak-anak sekarang, hobinya tawuran mulu, merokok, apa gak diajarin ya sama orang tuanya?" . Hanya bisa berkata-kata tapi tidak ada realisasinya, ibarat peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya".

Di dalam hadis dikatakan: "Jika terjadi suatu kejahatan, maka perangilah ia dengan tanganmu, jika tidak bisa dengan ucapanmu, dan bila tidak bisa juga maka perangilah ia dengan hatimu (doa) maka itu adalah selemah-lemahnya iman" 

Ada sebuah catatan kecil seseorang yang ingin mengubah dunia:
" Dulu waktu kecil aku bercita-cita menjadi seseorang yang dapat mengubah dunia. Setelah beranjak remaja aku mulai berpikir untuk hanya mengubah negaraku. Lalu aku pun menjadi dewasa, cita-cita ku pun semakin sempit hanya untuk mengubah keluargaku saja. Umurku semakin bertambah dan aku pun semakin tua, lalu aku pun sadar, tidak ada satupun cita-citaku yang terwujud, dan aku pun menyesal seharusnya dari awal aku lah yang harus mengubah diriku pertama kalinya."

Dari catatan ini tentu kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain ke arah kebaikan, sedangkan kita belum baik.

Lalu apakah kemudian kita harus menunggu menjadi baik dulu baru kemudian memberi kebaikan kepada orang lain? Tentu jawabannya tidak, karena sunnatullah ketika kebaikan mencari pengikut lebih banyak maka keburukan juga demikian, keburukan juga akan mencari teman sebanyak-banyaknya untuk diajak ke neraka, mengutip kata2 dari ust. Masturi.

Jadi, bagaimana sikap kita seharusnya dalam menyikapi kondisi yang mengenaskan ini? Wahai saudara-saudaraku, ini adalah alasan kenapa mentoring itu perlu dan ketika mentoring menjadi keperluan maka begitu juga dengan mentornya.
Jangan pernah berpikir "Saya tidak pantas menjadi mentor, biar dia saja". Kalau semua berpikir begitu, maka siapa yang akan maju membuat sebuah perubahan menjadi agent of change?

Menjadi seorang mentor memang bukan suatu perkara mudah. Ada 3 hal yang harus dimiliki seorang mentor:
1. Mempunyai sifat mengalah
2. Dapat Mengasuh
3. Mempunyai sifat sabar

Tapi jangan khawatir, ketika niat kita sudah lillahi ta'ala, rintangan, onak ataupun duri bahkan gunung yang sangat tinggi pun bisa kita taklukkkan. Jangan takut gagal, karena Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang juga menolong agama-Nya.

Negara ini sudah sakit, ditambah lagi dengan generasi mudanya yang kian lama tidak menunjukkan perubahan positif, malah menjadi semakin mundur. 
Ketika kemaksiatan sudah merajai suatu wilayah dan tidak ada yang mau mengubahnya, maka tunggu sajalah azab dari-Nya akan menimpa negara ini. Dan kita semua pasti tahu azab-Nya itu sangat pedih.

Maka dari itu, ayo kita satukan kekuatan..
Mari kita beramal jama'i..
Mari kita bimbing adik-adik kita..
Mari menjadi mentor..
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan..

Sungguh, jika kita semua sudah tergugah hatinya untuk dapat menolong adik-adik kita, para penerus perjuangan kita, insya allah mereka tidak akan terpengaruh arus globalisasi yang dapat menggerus keimanan mereka. Mereka akan menjadi bibt-bibit unggul yang dapat menjadi kebanggaan kita, kebanggaan seorang mentor/murobbi karena bisa mengajak mereka memasuki pintu surga bersama-sama.

Sesungguhnya yang benar datang dari Allah dan kesalahan adalah dari diri saya sendiri. Assalamu'alaikum wr.wb.

Rabu, 24 Agustus 2011

Shahih Sunan Abu Daud

Untuk yang mau mendapatkan Shahih Sunan Abu Daud, bisa di download melalui link ini,
di dalamnya ada hadis-hadis Rasulullah SAW mengenai perihal hukum-hukum dalam Islam, semoga bermanfaat =)

Bahagianya Menjadi Sebuah Pohon


Saat itu hujan turun, membasahi tanah yang kering akibat teriknya matahari. Sepertinya Allah sangat baik hati menurunkan rahmat-Nya ke alam ini, walaupun sudah banyak orang yang tidak pernah bersyukur.

Kali itu aku menatap pepohonan yang ada di depanku, terlihat air itu membasahi tiap sisi daun-daunnya. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Saat itu pula terlintas di benakku, betapa bahagianya jika aku terlahir bukan sebagai manusia, tetapi sebagai pohon yang selalu memberi manfaat bagi setiap yang ada disekelilingnya. Mulai dari memberi kesejukan hingga memberi perlindungan bagi manusia yang kehujanan, ataupun hewan-hewan yang berlindung dari sengatan matahari juga sebagai tempat peristirahatan.

Satu hal yang selalu kuirikan dari pohon adalah dia selalu ingat untuk berzikir kepada Dzat yang menciptakannya. Subhanallah, Maha Suci Allah, Alhamdulillah Segala Puji Syukur Kepada-Nya, Allahu Akbar Allah Maha Besar. Tak sedikit pun nafsu menguasainya untuk sejenak melupakan-Nya. Sungguh ingin aku menjadi pohon. Dia juga tidak pernah sombong karena bisa tumbuh besar, karena dia tahu dia adalah kecil di hadapan Rabb-Nya. Tidak seperti manusia yang selalu dapat lari dari mengingat Allah.

Sungguh sebenarnya manusia adalah makhluk yang paling merugi jika saja mereka mengetahui mereka tidak lebih baik dari sebuah pohon. Selalu berusaha memperkaya diri sendiri, tidak pernah memikirkan orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Sungguh sebenarnya manusia adalah makhluk yang paling merugi jika saja mereka mengetahui bahwa setiap amalan yang dilakukan akan dihisab-Nya. Ya Allah aku iri pada makhluk ciptaan-Mu ini, bisakah aku menjadi sebuah pohon? Dapatkah aku meniru kehambaan mereka pada-Mu Tuhan Semesta Alam? Sangat dalam pengharapan ini sedalam lautan dan seluas samudera.

Aku tidak ingin menjadi manusia yang rakus dan tidak pernah bersyukur. Aku takut aku tidak bersyukur karena aku telah diciptakan menjadi manusia. Aku banyak belajar, aku banyak memahami apa sebenarny arti hidup ini, dan aku tahu bahwa Engkau Maha Mengetahui segalanya. Bahkan ketika malaikat bertanya pada-Mu mengapa Engkau memilih manusia menjadikan khalifah di bumi ini, engkau dengan tegasnya mengatakan Aku Mengetahui apa yang tidak engkau ketahui. Engkau percaya bahwa manusia dapat menjadi khalifah, Engkaulah Tuhan kami, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkkan.

Bimbinglah aku selalu dalam cahaya-Mu yang terang, jadikan hatiku layaknya hati pohon yang selalu terpaut kepada-Mu, tidak pernah lupa Engkau selalu melihat apa yang dikerjakan hamba-hamba-Mu. Kumpulkanlah aku kelak bersama manusia-manusia yang selalu menyembah-Mu yang ikhlas beribadah untuk-Mu. Pertemukanlah aku dengan-Mu, Ya Rohman Ya Rohim.

Sabtu, 20 Agustus 2011

SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI?



Sebuah renungan yang menakjubkan, subhanallah, begitulah wajah umat Islam Indonesia umumnya, mungkin juga wajah umat Islam pada khususnya, sungguh tragis, dan memilukan, semoga kita semua sadar akan keislaman kita.




Saya Sholat lima waktu tapi......
Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat p ada Nya
Mungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah
Allah yang memberi rezeki pada saya
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi…… hati saya masih belum puas
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik
Pada hal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti

Saya Sholat lima waktu tapi.....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah! Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka
Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati

Saya Sholat lima waktu tapi....
Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiri
Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?

Saya Sholat lima waktu tapi....
Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saya Sholat lima waktu tapi….
Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (AlMaa´uun) : yang artinya
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat
Wassalamualaikum Wr Wb


-Kafe_muslimah.com-

Jumat, 10 Juni 2011

Komunikasi Efektif

Dari kecil/lahir kita sudah dapat berkomunikasi (Ar Rohman)
Al bayan/ Al Qoul = berbicara

Seperti apa Rosulullah berkomunikasi?
1. Rosulullah paling fasih berbicara, setiap pembicaraannya selalu ada pembuka dan penutupnya
2. Kata-katanya rinci dan jelas sehingga orang yang mendengat rosul bisa menghapal kata-katanya
3. Kata-kata rosul enak didengar dan tidak terburu-buru
4. Paling cepat penyampaiannya, benar isinya dan benar penyampaiannya (Falyaqul Khoiron)
5. Paling manis tutur katanya

Kenapa komunikasi efektif sangat penting?
Salah satu ciri komunikator yang efektif adalah menjadi pendengar yang baik
Permasalahan yang sering terjadi adalah seseorang biasanya hanya mendengarkan apa yang dibutuhkan/ diharapkan
Rosulullah banyak diam, tapi kalo berbicara subhanallah

Faktor komunikasi efektif:
1. Bahasa tubuh: sorot mata, body language (55%)
2. Nada dan suara: (38%)
3. Kata-kata yang digunakan: (7%)

Komponen berkomunikasi:
1. Ide/gagasan, menguasai topik
2. Komunikator yang baik, memahami situasi
3. Isi dari pesan yang akan disampaikan tepat sasaran
4. Media yang digunakan

Hambatan komunikasi:
1. Latar belakang / suku
2. Bahasa
3. Sikap
4. Perfect timing
5. Lingkungan


5 Trik berkomunikasi yang baik
1. Respect : ketika menyampaikan ide atau gagasan
2. Empati
3. Audibel: apa yang disampaikan dapat dimengerti
4. Clarity: adanya kejelasan topik
5. Humble: sikap rendah hati

Rabu, 23 Juni 2010

RAHASIA KECIL KEBAHAGIAAN


Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada
kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan
lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik
sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di
tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan.
Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang
tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi
orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang.
Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan
jernih.

Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan
bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan
seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan
mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda.
Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak
bercuap-cuap.

Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang
lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap
ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan
Tuhan yang satu.

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain,
sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai
hakim.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda
menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke
manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling
besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya
secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai
mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari
yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya
apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.

Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan
selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam
diriku".

Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang
rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di
sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku.
Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.

Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana
adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana
adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap
orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila
semua bunganya berwarna ungu?

Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka
bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalam an hidup.
Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya
dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan
jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga
daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga
daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara!
yang tidak prinsipiil.

Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.
Rasakan apa yang dikatakannya.

Dari: mulyono dilivio

Senin, 01 Maret 2010

Pekerjaan Orang Kuat

Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.

Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. Dalam kehidupan mereka cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan meungkin bisa memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan seringkali karena mereka menikmati romantikanya: hidup digubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya kehidupan mereka tidak berkembang.

Cinta dalam pengertian yang luas inilah yang menjamin bahwa suatu hubungan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Tidak ada hubungan yang dapat dipertahankan - dalam jangka panjang- jika kita tidak mempunyai suatu gagasan tentang bagaimana membuatnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Kebosanan dalam hubungan suami istri, misalnya, sering terjadi karena keduanya secara personal sama-sama tidak berkembang. Mereka sama-sama mengalami "penyusutan" kualitas kepribadian bersama perjalanan umur. Karenanya mereka sama-sama membosankan.

Jika cinta adalah sebuah totalitas. Di sana gagasan, emosi dan tindakan bergabung jadi satu kesatuan yang utuh dan bekerja secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yang kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yang lemah dan lembek tidak mencintai dengan kuat. Para pencinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yang kuat dan tangguh.

Mencintai -dengan begitu- adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka para pencinta sejati selalu mengembangkan kepribadian mereka secara terus menerus. Sebab hanya dengan begitu mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka mencintai. Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita makin mampu kita mencintai dengan kuat. Mengendalikan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan menebar janji.

Mereka yang ingin menjadi pencinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, mempertahankan "keinginan baik" kepada orang yang kita cintai secara konstan, dan terus menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka, hanya mempunyai satu makna: itu pekerjaan orang kuat. Cinta adalah pekerjaan orang kuat. Kalau Rasulullah saw dapat menampung sembilan orang istri dalam jiwanya, itu karena ia dapat menampung sembilan kepribadian dalam kepribadiannya. ~ Anis Matta ~

Rabu, 24 Februari 2010

Menjadi Wanita Indah

Menjadi wanita, adalah anugerah terindah dan keindahan yang menjadi perhiasan dunia. Menjadi wanita sholihah, adalah menjadi sosok tangguh dan istiqamah dalam aura kasih dan kelembutan, yang lahir dari rahim ketaatan pada Rabbnya. Karenanya, menjadi wanita adalah amanah yang harus dijaga, dan kesempatan yang tak selayaknya disia-siakan.

Peran kewanitaan itu, yang menjadi hasil akhir siapa kemudian kita. Peran kewanitaan yang benar tentunya, yang menjadikan kita istimewa di setiap pandang mata, mencipta sekat jelas antara batas benar dan salah, layak dan tidak layak, mulia dan hina.

Feed me, Please =D