Oleh: Ust. Masturi
Perbedaan (Ikhtilaf) berbeda dengan perpecahan (Tafarruq). Kenapa para ulama memilih kata Ikhtilaf bukannya Tafarruq?
Ini dia alasannya
Kandungan dalam agama Islam terdiri dari
1. Aqidah
2. Ibadah
3. Muamalah
4. Akhlaq
Keempat kandungan ini harus dipahami secara menyeluruh. Jika seseorang aqidahnya Islam tapi tidak mau sholat maka orang ini tidak bisa dikatakan sebagai seorang muslim. Jadi keempat unsur kandungan itu berkaitan satu sama lain.
Kapan kita boleh berbeda pendapat dalam Islam?
Dalam beribadah ada namanya ushul dan furu'. Apa itu?
1. Ushul : pokok. Nah di dalam urusan ushul ini kita tidak boleh berbeda pendapat. Kenapa?
Di dalam ushul fiqh, ushul diketahui dari adanya nash.
Nash terbagi menjadi: Qothy tsubut dan Qothy dalalah
a. Qothy Tsubut: Qothy artinya adalah pasti (tidak dipertanyakan) sedangkan Tsubut sendiri artinya adalah dalil sampai kepada kita. Jadi Qothy Tsubut artinya Dalil-dalil yang sampai kepada kita dan tidak boleh dipertanyakan. Contohnya: Al-quran dan Hadis Mutawattir
b. Qothy Dalalah: Ini adalah kepastian makna (jelas) Contoh: syahadat, zakat, rukun iman, dan rukun islam
2. Furu' : cabang. Karena ini adalah cabang maka masalah-masalah disini boleh berbeda tiap orang atau mazhab. Furu' ini juga terbagi dua yaitu:
a. Dhonny Tsubut: contohnya Hadis Ahad
b. Dhonny Dalalah
Kedudukan dhonny sendiri berada diantara ragu (شك) dan yakin. Di dalam Islam hal-hal yang meragukan itu harus ditinggalkan, tapi untuk dhonny ini tingkatannya sudah di atas keraguan dan mendekati yakin.
Dari sini bisa diambil kesimpulan, sesama muslim boleh berbeda pendapat dalam wilayah furu' ini saja. Jika suaatu masalah sifatnya qodhy tsubut dan Dhonny dalalah, maka masalah tersebut masuk ke dalam kategori furu' ini. Contoh: Kita harus meyakini semua ayat-ayat di dalam Al-Quran maka itu adalah Qothy Tsubut tapi di dalam ayat-ayat itu ada berbagai macam penafsiran, misalnya saja dalam masalah masa iddah bagi wanita yang sudah bercerai. Ada golongan ulama yang menafsirkan yang dimaksud 3 kali quru' (iddah) itu adalah 3 kali suci dan ada yang berkata 3 kali haid. Nah disini yang dibolehkan timbul perbedaan tapi esensinya tetap sama yaitu 3 kali quru'. Jika begitu penafsiran yang berbeda-beda ini termasuk kategori Dhonny dalalah.
Tadi di awal dikatakan bahwa kandungan Islam ada 4, jika dihubungkan dengan ushul dan furu' maka bisa dicontohkan seperti ini:
1. Aqidah:
a. ushul : contohnya rukun iman
b. furu' : contohnnya kepercayaan kedatangan Imam Mahdi dan Jumlah sifat-sifat Allah
2. Ibadah:
a. ushul : contohnya Rukun Sholat
b. furu' : contohnya bacaan sholat (Doa Iftitah)
3. Muamalah
a. ushul : diharamkannya riba
b. furu' : apakah menggunakan jasa bank juga haram?
4. Akhlaq
a. ushul : diharamkan zina, berjudi, dan inum khamar
b. furu' : menggunakan cadar
Kenapa sih bisa sampai terjadi perbedaan?
Potensi penyebab perbedaan pendapat:
1. Tabiat Islam itu sendiri. Islam adalah agama terakhir dan umur Rasulullah terbatas jadi Islam membuka pintu ijtihad kepada para ulama. Karena ilmu terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman jika Islam tidak dapat mengakomodir masalah-masalah yang terjadi dari perkembangan ilmu itu maka bisa jadi Islam ditinggalkan umantya. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan Rasulullah saat dia tidak ada adalah ijtihad dan ijtihad ini pun hanya untuk wilayah furu', tapi ushul tidak.
2. Adanya Qothy dan Dhonny
3. Perbedaan tempat, tiap tempat pasti punya adatnya sendiri. Jadi kita tidak bisa memaksakan prinsip jika berada di daerah orang lain. Contoh: masalah ukuran air untuk berwudhu dan ada suatu negara yang penduduknya jika sholat menggunakan sepatu, tapi kalo diterapkan di Indonesia bisa saja dianggap sesat.
4. Sampainya dalil ke ulama. Misalnya ada suatu dalil yang tidak sampai kepada seorang ulama karena bermacam-macam sebab, maka kemudian ulama itu berijtihad.
5.Perbedaan kapasitas ilmu. Contoh: Imam Ghozali tidak ahli dalam hadis, sehingga buku yang dihasilkan beliau mengandung hadis-hadis yang dhoif dan tidak dapat dijadikan referensi.
Itu dia alasan mengapa ulama lebih memilih kata perbedaan daripada perpecahan, karena Islam itu adalah satu dan rahmatan lil'alamiin. Poin pentingnya adalah kita tidak boleh memvonis orang lain atau mazhab lain salah. Bahkan Imam Syafi'i pernah berkata : "Pendapatku benar tapi bisa saja ada yang salah tapi saya tidak tahu". Hindari keraguan, jika masih belum merasa klop dengan ilmu yang didapat, maka perdalam ilmu sehingga mencapai ketenangan hati (yakin).
Minggu, 20 November 2011
Sabtu, 19 November 2011
Lirik Yusuf Islam-I look I see
Pertama kali dengar, langsung ada gelitikan2 halus dalam hati. Subhanallah lagu ini benar-benar mengagungkan Allah dan Rasul-Nya ..
I look I look I look I see
I see a world of beauty
I touch I touch I touch I feel
I feel the world around so real
And everything I do,
I dedicate to You,
Cause You made me
I am for You
I listen listen listen I hear
I hear the word of God's so clear
I read I read I read I know
It helps my knowledge grow
And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I listen listen listen I hear
He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih
I sleep I sleep I sleep I dream
I dream in a garden green
I wish I wish I wish I pray
I pray to be here everyday
And everything I do
I dedicate to You
Cause You made me
I am for You
I work I work I work I strive
To make something of my life
I seek I seek I seek I find
I find another hill to climb
And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I look I look I look I see
He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih
I look I look I look I see
I see a world of beauty
I touch I touch I touch I feel
I feel the world around so real
And everything I do,
I dedicate to You,
Cause You made me
I am for You
I listen listen listen I hear
I hear the word of God's so clear
I read I read I read I know
It helps my knowledge grow
And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I listen listen listen I hear
He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih
I sleep I sleep I sleep I dream
I dream in a garden green
I wish I wish I wish I pray
I pray to be here everyday
And everything I do
I dedicate to You
Cause You made me
I am for You
I work I work I work I strive
To make something of my life
I seek I seek I seek I find
I find another hill to climb
And everything we do
We dedicate to You
Cause You made us
We are for You
I look I look I look I see
He sent the prophet to show the way
He made religion perfect that day
Peace be upon him
Upon him we pray
Sollahtullah wa salam mualaih
dari: LirikNasyid.com
Rabu, 16 November 2011
Kisahku dan Ibuku (Cerpen) Bag 1
Setiap malamku ibu selalu ada
dalam mimpi-mimpiku. Kasihnya yang tulus dan pelukannya yang menghangatkan tak
pernah lekang dari hatiku. Tak diragukan lagi aku benar-benar menyayanginya.
Teringat akan kejadian dua puluh tahun yang lalu ketika aku ditelantarkan oleh
ibu kandungku di depan sebuah masjid kecil di sebuah desa kecil perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.
Waktu itu umurku tiga tahun, badanku sangat panas karena sudah dua jam aku
kehujanan di dinginnya malam. Lalu tiba-tiba sosok itu datang, seorang waninta
yang sekarang ini aku panggil ibu.
“Ali, bagaimana sekolahmu tadi
nak?”,Tanya ibu padaku
“Alhamdulillah bu, tadi Ali
mendapat urutan pertama dalam lomba lari antar kelas..” jawabku senang.
Lalu seperti biasa, ibu langsung
memelukku, menciumku, seraya berdoa agar hidupku selalu dilimpahi keberkahan.
Begitulah keseharianku semasa aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun
semua berubah seketika saat aku berumur 15 tahun, aku mendapat beasiswa
melanjutkan sekolahku ke luar kota tepatnya di SMAN3 Padmanaba Yogyakarta.
“Nak, kamu benar-benar harus
pergi ya?” Tanya ibuku sedih
“Iya bu, lumayan bu ini
sekolahnya gratis karena beasiswa kan? Jadi ibu gak perlu terlalu lelah bekerja
lagi karena Ali akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan prestasi Ali
disana. Ini juga salah satu jalan untuk menggapai cita-cita Ali bu. Ibu tidak
perlu khawatir, Ali akan selalu menghubungi ibu atau ibu juga bisa menghubungi
Ali kapan saja”. Aku mencoba menghibur ibuku yang kutahu sangat sedih melepaskan
kepergianku. Sebenarnya aku juga tidak tega meninggalkan ibu sendirian. Beliau
sudah semakin tua, umurnya saja sudah hampir mencapai setengah abad. Tubuhnya
yang dulu sangat sehat, sekarang sudah semakin lemah. Penglihatannya juga sudah
mulai rabun.
Akhirnya aku pun pergi meninggalkan ibu, tapi syukur alhamdulillah para tetanggaku bersedia menjaganya dan senantiasa mengunjunginya. Di umurku yang bisa dibilang masih seumur jagung, berat rasanya untuk mulai hidup mandiri, Ibu tahu itu, dia pun membawakanku bekal makanan seminggu dan uang untuk hidupku disana. Walaupun aku menolak karena di sana nanti aku akan tinggal di asrama dan sudah pasti kebutuhan akan makanan akan juga dijamin, tapi ibu tetap memaksaku. Ibu teringat akan keponakannya yang mengalami nasib tragis karena di tempat perantauannya dia malah meninggal dunia akibat kekurangan makanan.
Waktu pun terus berlalu, karena kondisi keuangan yang terbatas, aku hanya pulang setahun sekali kalau hari lebaran tiba. Sampai suatu ketika, tetanggaku menelponku.. (bersambung)
Langganan:
Postingan (Atom)

