Minggu, 13 November 2011

Menjadi Mentor itu Perlu


Assalamu'alaikum wr.wb.
Terinspirasi dari Training Of Mentor hari ini, aku mengambil banyak hikmah dibalik banyaknya peristiwa yang terjadi terhadap remaja-remaja di dunia khususnya di Indonesia saat ini.

Tawuran, free sex, narkoba sekarang ini banyak menghantui para remaja di Indonesia, bagai lingkaran setan perbuatan-perbuatan kemungkaran itu mengelilingi anak-anak muda bangsa calon penerus amanat negara ini. Tapi apa yang bisa diperbuat untuk mengatasinya? Ini adalah jeratan yang ikatannya sangat kuat dan sulit dilepaskan.

Kalau kita lihat berita-berita di TV banyak sekali yang mengabarkan tentang kenakalan remaja yang ramai terjadi, kita pun sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa, "biasalah anak muda jaman sekarang susah diatur, biasalah orang tuanya sibuk mencari uang tapi anaknya ditelantarkan, dan biasalah remaja-remaja di luar Indonesia pun hobinya tawuran kok". Sedih rasanya ketika tidak ada yang peduli lagi dengan nasib mereka.

Padahal bila mau berpikir tentang sejarah kemerdekaan Indonesia ataupun kejayaan Islam, semua itu yang melakukan adalah para pemuda, ya pemuda-pemuda anak bangsa yang memiliki dedikasi tinggi terhadap agama dan negaranya, tanah airnya. Lalu apa yang akan terjadi nanti jika para pemudanya sekarang sudah tidak lagi mementingkan kemajuan bangsa dan agamanya? Apa yang akan terjadi jika mereka menjadi generasi yang gagal, yang kelak hanya dapat menjadi beban bagi orang di sekitarnya?

Faktanya, sudah banyak anak-anak remaja seperti SMP dan SMA yang sudah banyak terjangkit penyakit kenakalan remaja ini. Tidak laki-laki, tidak juga perempuan, semuanya sama saja. Bahkan yang berkerudung pun merokok, naudzubillah. Siswi SMP kedapatan bersama-sama seorang om-om di dalam kamar hotel, banyak yang diajak ke aliran sesat, bahkan pemurtadan dari Islam.

Harusnya kita malu pada diri kita sendiri. Kita terlalu sibuk memikirkan diri kita sendiri. "Biarlah mereka seperti itu, yang penting aku kan gak ikut-ikut seperti mereka" atau seperti ini  "Huh, bagaimana sih anak-anak sekarang, hobinya tawuran mulu, merokok, apa gak diajarin ya sama orang tuanya?" . Hanya bisa berkata-kata tapi tidak ada realisasinya, ibarat peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya".

Di dalam hadis dikatakan: "Jika terjadi suatu kejahatan, maka perangilah ia dengan tanganmu, jika tidak bisa dengan ucapanmu, dan bila tidak bisa juga maka perangilah ia dengan hatimu (doa) maka itu adalah selemah-lemahnya iman" 

Ada sebuah catatan kecil seseorang yang ingin mengubah dunia:
" Dulu waktu kecil aku bercita-cita menjadi seseorang yang dapat mengubah dunia. Setelah beranjak remaja aku mulai berpikir untuk hanya mengubah negaraku. Lalu aku pun menjadi dewasa, cita-cita ku pun semakin sempit hanya untuk mengubah keluargaku saja. Umurku semakin bertambah dan aku pun semakin tua, lalu aku pun sadar, tidak ada satupun cita-citaku yang terwujud, dan aku pun menyesal seharusnya dari awal aku lah yang harus mengubah diriku pertama kalinya."

Dari catatan ini tentu kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain ke arah kebaikan, sedangkan kita belum baik.

Lalu apakah kemudian kita harus menunggu menjadi baik dulu baru kemudian memberi kebaikan kepada orang lain? Tentu jawabannya tidak, karena sunnatullah ketika kebaikan mencari pengikut lebih banyak maka keburukan juga demikian, keburukan juga akan mencari teman sebanyak-banyaknya untuk diajak ke neraka, mengutip kata2 dari ust. Masturi.

Jadi, bagaimana sikap kita seharusnya dalam menyikapi kondisi yang mengenaskan ini? Wahai saudara-saudaraku, ini adalah alasan kenapa mentoring itu perlu dan ketika mentoring menjadi keperluan maka begitu juga dengan mentornya.
Jangan pernah berpikir "Saya tidak pantas menjadi mentor, biar dia saja". Kalau semua berpikir begitu, maka siapa yang akan maju membuat sebuah perubahan menjadi agent of change?

Menjadi seorang mentor memang bukan suatu perkara mudah. Ada 3 hal yang harus dimiliki seorang mentor:
1. Mempunyai sifat mengalah
2. Dapat Mengasuh
3. Mempunyai sifat sabar

Tapi jangan khawatir, ketika niat kita sudah lillahi ta'ala, rintangan, onak ataupun duri bahkan gunung yang sangat tinggi pun bisa kita taklukkkan. Jangan takut gagal, karena Allah akan selalu menolong hamba-Nya yang juga menolong agama-Nya.

Negara ini sudah sakit, ditambah lagi dengan generasi mudanya yang kian lama tidak menunjukkan perubahan positif, malah menjadi semakin mundur. 
Ketika kemaksiatan sudah merajai suatu wilayah dan tidak ada yang mau mengubahnya, maka tunggu sajalah azab dari-Nya akan menimpa negara ini. Dan kita semua pasti tahu azab-Nya itu sangat pedih.

Maka dari itu, ayo kita satukan kekuatan..
Mari kita beramal jama'i..
Mari kita bimbing adik-adik kita..
Mari menjadi mentor..
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan..

Sungguh, jika kita semua sudah tergugah hatinya untuk dapat menolong adik-adik kita, para penerus perjuangan kita, insya allah mereka tidak akan terpengaruh arus globalisasi yang dapat menggerus keimanan mereka. Mereka akan menjadi bibt-bibit unggul yang dapat menjadi kebanggaan kita, kebanggaan seorang mentor/murobbi karena bisa mengajak mereka memasuki pintu surga bersama-sama.

Sesungguhnya yang benar datang dari Allah dan kesalahan adalah dari diri saya sendiri. Assalamu'alaikum wr.wb.

Sabtu, 12 November 2011

الذكرى السنوية لزفاف والدي ووالدتي إلى 22


Ulang Tahun Pernikahan Ayah dan Ibu yang Ke-22

Walaupun perjalanan kehidupan rumah tangga keluarga kita penuh dengan liku dan cobaan tapi subhanallah ayah dan ibu masih bisa tetap setia sampai sekarang, terutama ibu yang kesabarannya mungkin lebih kokoh dari gunung yang paling kokoh sekalipun. Belum banyak yang bisa aku berikan untuk kebahagiaan kalian, tapi aku sekarang bisa berdoa semoga ayah selalu dilembutkan hatinya agar bisa menyayangi ibu sepenuh hati. Semoga Ibu selalu dalam perlindungan-Nya dalam kenikmatan kesehatan dan diliputi kebahagiaan.

Jika mengingat ayah dan ibu ketika sedang dalam keadaan tidak baik, sedih rasanya hati ini. Berharap Allah segera menghilangkan cobaan itu. Tapi ketika mengingat kemesraan ayah dan ibu, senang rasanya hati ini. Berharap Allah mau memberikan moment itu seumur hidup agar tak ada lagi yang tersakiti.

22 tahun itu bukan waktu yang singkat, tapi sekali lagi, aku bersyukur sampai sekarang kita masih diberi kesempatan bersama2 di dunia ini. Alhamdulillah Ya Allah, Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang selalu mensyukuri nikmat-Mu. Bersyukur aku mempunyai orang tua yang menyayangi dan mengasihiku seperti mereka, maka kasihilah mereka Ya Allah.. amiin Ya Rabb..

Kamis, 01 September 2011

Ultah Ke-20 ku Harapanku

Malam ini tepatnya pukul 23.00 kurang lebih pada 20tahunn yang lalu, seorang bayi perempuan mungil lahir ke dunia ini. Namanya adalah Nurul Septiani. Yah, itu adalah aku. Tidak kusangka aku masih diberi kesempatan hidup selama 20 tahun di dunia ini. Karena siapa yang tahu ajal itu bisa menjemput kapan saja. Tentu saja jika aku dipanggil tiba-tiba, entah apa yang akan kulakukan karena persiapanku belum ada untuk menghadap-Nya.
Usia bertambah tapi umur berkurang. Bila dilihat dari pengalaman hidup, sudah banyak kenangan indah, senang, bahagia, bahkan sedih dan menderita. Tapi sayangnya aku belum dapat memaknai setiap kenangan itu dengan baik. Semua terlalui begitu saja, seakan hidup ini tidak ada yang bisa dimaknai.
Belum banyak yang bisa kupersembahkan untuk agama dan negaraku. Malu rasanya karena umurku sudah mencapai kepala dua tapi masih bersantai-santai menjalani hidup. Apa yang aku lakukan selama ini? Apakah hanya kuhabiskan untuk bermain-main dan tidur saja? Sungguh merugi hidupku selama ini.
Ingin rasanya memperbaiki itu semua, memulai semua bukan dari awal, tapi melanjutkan jejak yang tertunda. Jejak yang kelak bisa mengantarkanku kelak bisa bertemu langsung dengan-Nya. Setiap permasalahan uang ada harus dihadapi bukan malah melarikan diri, karena itu salah satu kegagalan yang selama ini kulakukan "melarikan diri". Setiap amanah bukan dilihat dari tingkat kesulitannya, tapi tingkat kepercayaan orang yang sudah memberi amanah kepadaku, itu berarti mereka percaya padaku, dan aku harus percaya juga pada diriku sendiri.
Selain itu mulai sekarang aku jarus berani untuk tampil menjadi diriku sendiri, bukan menjadi orang lain. Karena ini adalah hidupku dan akulah yang mengontrol diriku. Setiap ketidaktahuan itu berasal dari kemalasan yang berkepanjangan. Sifat malas ini pun harus menjauh selama-lamanya dari hidupku mulai sekarang.
Fokus pada berbuat kebaikan dan memberi manfaat kepada sekitarku. Aku tidak mau di sisa umurku ini aku tidak meninggalkan bekas kebaikan kepada orang di sekitarku yang bisa diingat mereka. Sikap burukku selama ini, sepertinya banyak menyebabkan orang lain sakti hati dan marah padaku. Sikap egois dan tidak mau tahu, sepertinya sudah merasukiku, dan aku tidak mau mereka terus menguasaiku. Aku adalah RAJA bagi diriku dan aku tahu itu.
Membahagiakan orang tuaku terutama ibuku. Karena beliaulah yang selalu mencurahkan hari dan pikirannya untukku dan mendoakanku di setiap sholatnya. Juga bapakku yang selalu menasihatiku. Bertekad untuk menghajikan mereka, menjadi anak yang solehah dan bisa menjadi penghapal al-quran. Semua ini untuk kebahagiaan mereka yang jiwa raganya untukku.
Semoga kelak aku juga bisa berkontribusi positif untuk negara ini sebagai pegawai keuangan yang jujur dan amanah. Semoga keinginanku ini bisa tercapai Ya Allah, pintaku pada-Mu seorang hamba-Mu yang lemah dan tak berdaya ini hanya meminta pertolongan kepada-Mu dan hanya menyembah juga kepada-Mu. Berilah kesempatan kepada hamba-Mu ini untuk memperbaiki kehidupan dan menjauhi segala keburukan. Amiin Ya Robb..

Feed me, Please =D