Minggu, 25 November 2012

Lelah itu Sunnatullah

Terkadang atau bahkan sering kita mengeluh karena merasa sangat lelah menjalani hidup ini. Padahal tidak sedikit juga yang mengeluh itu mengetahui bahwa mengeluh itu tidak akan meringankan beban yang sedang dirasakan, bahkan bisa memperburuk keadaan. Karena dengan mengeluh, kerja hati akan merasa berat sehingga mempersulit tubuh untuk bisa memperoleh kenyamanan.

Lelah itu merupakan sunnatullah, maksudnya setiap orang pasti akan merasakannya. Sama seperti kecenderungan rasa suka terhadap lawan jenis, itu juga sunnatullah.  Jika kita merasa lelah, itu berarti kita sudah membuktikan bahwa kita tidak malas. Karena orang yang malas tidak akan memperoleh apa-apa dalm hidupnya.

Hidup ini perjuangan. Orang tua yang membesarkan anaknya juga butuh perjuangan, memberinya makan, tempat tinggal, bahkan untuk menyekolahkan anaknya agar bisa membahagiakan orang tuanya kelak. Jika orang tuanya tidak mau lelah dan tidak mau berjuang, lantas bagaimana sang anak hidup? Jika itu terjadi pastilah orang tua itu dianggap tidak bertanggung jawab. Lantas apakah orang tua mengeluh jika lelah bekerja demi membesarkan anak-anaknya? Harusnya tidak, karena itu sudah menjadi kewajiban mereka.
Kemudian, jika seseorang yang sedang menuntut ilmu merasa lelah belajar, apakah kemudian dia akan mengerti jika dia mengeluh karena kelelahan?
Percayalah seseorang akan berhasil ketika dia sudah merasakan kelelahan-kelelahan yang banyak dan luar biasa, karena keberhasilan itu pasti diawali dengan kelelahan. Ilmuwan-ilmuwan yang terkenal telah banyak menghasilkan penemuan luar biasa juga pasti merasakan kelelahan yang luar biasa. Jadi lelah itu wajar dan lelah itu sehat.

Lelah juga dapat menghapus dosa-dosa kita jika kita tidak mengeluh. Apalagi lelah karena berjuang di jalan dakwah. Jangan sampai kita hanya memperbaiki diri sendiri tapi kita tidak membawa manfaat kepada orang lain, terutama yang berada di sekitar kita. Khoirunnas anfa'uhum linnaas, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Pasti melelahkan, coba perhatikan para aktivis-aktivis di luar sana, coba tanyakan berapa waktu yang mereka gunakan untuk bersantai dengan untuk berjuang berbuat kebaikan. Tidak hanya aktivis agama, tapi juga aktivis lainnya seperti aktivis lingkungan.
Mereka berjuang untuk memperbaiki keadaan masyarakat, dan itu melelahkan, tapi itu malah yang menyehatkan tubuh dan hati mereka. Karena sesungguhnya berbuat baik itu menyenangkan. Dan seseorang yang malas tidak akan merasakan hal tersebut.
Namun jika kita merasa kelelahan yang sangat luar biasa, cobalah untuk istirahat sejenak. Tubuh juga butuh istirahat, dan Allah juga sudah menyediakan waktu-waktu dimana kita bisa beristirahat (An Naba:9). Setelah merasa segar, bangkitlah kembali untuk berjuang, jangan terlalu lama beristirahat agar tidak timbul rasa malas dan futur.
Merasa bahagialah karena masih bisa merasakan kelelahan, karena itu berarti kita tidak malas, dan selalu siap berjuang. Hidup itu perjuangan dan balasan yang paling nikmat dari perjuangan itu adalah meraih jannah-Nya :)

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feed me, Please =D