Sabtu, 26 November 2011

Bagaimana Bergaul dengan Non-Muslim?

Jika kita pergi ke mall-mall yang ada di kota kita sekarang ini, pasti kita menemukan bermacam-macam pernak-pernik Natal. Dari pohon cemara yang bergelantungan lampu-lampu hias di ranting-rantingnya, patung santa klaus, kemudian stiker-stiker bergambar salju sampai kepada terdengarnya lagu-lagu bernuansakan natal.

Yap, sebentar lagi natal akan datang karena ini sudah akhir bulan November. Lalu mulailah para pengusaha memanfaatkan moment ini seperti mereka memanfaatkan momen pada saat umat Muslim, atau Hindu, atau Buddha merayakan Hari Rayanya. 
Jika kita sebagai muslim, apakah itu sebuah masalah atau pengganggu bagi kita?
Atau ada yang menganggapnya adalah hal yang biasa?
Bagi yang merasa itu adalah masalah atau itu adalah hal yang biasa, pasti punya alasan masing-masing.


Tapi pada dasarnya Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang saling berkasih sayang dan berbuat baik kepada sesama selama mereka tidak memusuhi kita.
Ada beberapa tips bergaul dengan teman-teman non-muslim, diantaranya:

1. Memberi makanan
Ada sebuah kisah ketika ada seorang Yahudi yang tua dan juga sakit-sakitan buta selalu menghina Rasulullah. Akan tetapi  Rasulullah yang mulia tidak kemudian membalas perbuatan Yahudi itu dengan kasih sayang. Beliau selalu menyuapi bapak tua itu sambil sang bapak tua mencaci maki beliau. Bapak tua itu tentu saja tidak tahu kalau yang menyuapinya adalah sang utusan Allah, yaitu Rasulullah. Ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar ra. yang mengetahui bahwa Rasul sering datang menjenguk dan menyuapi bapak tua itu pun akhirnya datang menemui si bapak tua. Lalu Abu Bakar ra. melakukan hal yang sama seperti Rasul yaitu menyuapi bapak tua itu makanan. Tapi apa kemudian yang dikatakan si bapak tua? kurang lebih seperti ini "Kau siapa? Kau bukan orang yang biasa menyuapiku!" . Abu Bakar ra. menjawab " Bagaimana bapak tahu? Kan bapak buta?" . "Orang yang biasa datang, selalu menyuapiku dengan lemah lembut, beda dengan cara kau menyuapiku!" jawab si bapak tua. Jadi dikisahkan, Rasulullah selalu menunggu si bapak tua selesai mengunyah lalu menyuapinya kembali, beda dengan Abu Bakar ra. sebelum si bapak tua selesai mengunyah Abu Bakar ra. sudah menyuapinya kembali. Kemudian dengan menangis Abu Bakar ra. menceritakan bahwa yang selama ini menyuapinya adalah Rasulullah SAW yang selalu ia caci maki. Si bapak tua kemudian menyadari kesalahannya kemudian bertobat dan mengucap dua kalimat syahadat. Ya dia masuk Islam.
Apa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini? Yaitu kesabaran dan rasa kasih sayang yang ditunjukkan Rasulullah berbuah manis dan Rasulullah mencontohkan ini kepada kita, umatnya, agar selalu berkasih sayang kepada sesama apapun agamanya.

2. Memberikan ucapan selamat atas kegembiraan yang dirasakan
Tapi ucapan disini adalah tidak terkait dengan ritual agama yang mereka rayakan, seperti Nasrani (Natal) atau ucapan selamat merayakan Hari Raya selain Hari Raya Islam. Karena jika kita mengucapkan selamat kepada mereka, itu berarti kita mengakui Pencipta Alam Semesta ini yang mereka yakini. Dan itu sudah menyalahi dua kalimat syahadat yang selalu kita ucapkan terutama saat kita sholat. Ketika kita menyalahinya dan mengingkarinya apakah kita masih dianggap muslim?
Ucapan yang dianjurkan adalah, ketika mereka meraih prestasi di kelas atau di kantor, saat mereka menikah atau saat mereka punya anak. 
Dalam poin kedua ini tentu ada yang tidak setuju, tapi seperti yang sudah diungkapkan alasannya di atas semoga tidak ada lagi yang berselisih paham.

3. Menolong ketika kesusahan
"Tolong-menolonglah dalam kebaikan. Dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan" (Al Maidah : 2)
Allah sudah mengatakan dalam ayat sucinya bahwa kita harus saling menolong dalam kebaikan, yaitu jika kita melihat teman, saudara, atau tetangga kita dalam keadaan susah, maka harus kita bantu. Tidak peduli dia agamanya tidak sama dengan kita. Mungkin mereka tidak punya makanan atau uang, setidaknya dengan perhatian kita terhadap sesama maka kita juga menjadi perhatian bagi mereka. 
Manusia kan juga makhluk sosial, walau saat ini kita tidak butuh bantuan orang lain, tapi pasti suatu saat kita akan membutuhkannya. Dan bisa saja yang dapat membantu kita malah bukan dari saudara seiman.

4. Menerima dan memakan makanan pemberian mereka yang sudah pasti tidak mengandung unsur haram di dalamnya.
Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan diserap ke dalam darah dan akan mengalir ke seluruh tubuh. Maka bisa dikatakan kita itu tergantung dari apa yang kita makan. Jadi Allah sudah meneteapkan makanan baik apa saja yang dapat kita makan dan makanan haram yang hanya dapat merugikan tubuh kita. 
Ketika seorang teman yang berbeda agama memberi kita makanan, apabila kita yakin itu halal maka kita dianjurkan untuk menerimanya, karena itu adalah bagian dari kita bermuamalah dan agar kita tetap mejaga hati teman kita tersebut.
Tapi jika ragu-ragu, maka jangan dimakan, dan berikan alasan yang tidak membuat hatinya kecewa.

5. Berlaku Adil

Ada suatu kisah lagi ketika khalifah Ali bin Abi Thalib ra. kehilangan baju besi miliknya dan kemudian ia melihat seorang yahudi menemukan baju besi itu tapi orang tersebut mengatakan bahwa baju itu miliknya. Kemudian Ali bin Abi Thalib ra. mengajukan kasus tersebut ke pengadilan. Saat pengadilan berlangsung Ali bin Abi Thalib ra. tidak dapat menghadirkan saksi bahwa baju itu miliknya, maka sang hakim menetapkan bahwa pemilik baju besi itu adalah sang pemuda Yahudi itu, walaupun sebenarnya hakim yakim tidak mungkin khalifah Ali berbohong. Tapi itulah yang dilakukannya sebagai seorang hakim.
Si pemuda Yahudi ini kemudian mengakui perbuatannya dan menyatakan dirinya sebagai hamba Allah dan mengakui Muhammad adalah Rasul-Nya. 

Demikian tadi beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita sebagai umat muslim dalam bermuamalah dengan mereka yang bukan muslim. Yang ditekankan disini adalah kita sangat dianjurkan untuk dapat berbuat baik kepada sesama, bahkan pada zaman Rasulullah, umat muslim dan non muslim hidup berdampingan bahkan umat non muslim merasa aman berada di bawah perlindungan islam. Tidak ada keraguan dan ketakutan dalam perdagangan dan bertetangga. Akan  tetapi untuk masalah akidah itu tetap harus dipertahankan dan tidak boleh disimpangkan. Sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.. kita harus meyakininya sehingga kita tidak punya celah untuk mempercayai yang lain.

Semoga kita selalu dapat saling menasihati dalam kebaikan.. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar

Referensi : Al-Quran dan Hidayatullah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feed me, Please =D