Minggu, 20 November 2011

Kesabaran dalam Ujian

Bismillahirrohmaanirrohim,
Ujian apapun itu pasti setiap orang akan mengalaminya. Akan tetapi tidak semua orang dapat mengambil hikmah dari setiap ujian yang sedang dihadapinya. Kebanyakan manusia akan sering mengeluh kemudian menyalahkan orang lain bahkan yang lebih parahnya lagi menyalahkan Allah. Keluhan itu hanya menambah kegelisahan jiwa yang akhirnya menyebabkan hati dan pikiran akan lebih lelah.

Pada dasarnya, kenapa sih Allah memberi ujian kepada kita? Coba dilogika, kita sekolah dan menuntut ilmu disana, kita belajar dan belajar. Untuk apa kita belajar? Pasti untuk menambah pengetahuan kita kan? lalu apa yang dapat membuktikan kita menguasai pelajaran-pelajaran yang kita kuasai di sekolah kita itu? Yah, pastinya lewat ujian, jika kita tidak diuji kita tidak tahu seberapa kemampuan kita dalam menguasai materi pelajaran itu. Dari sana kita dapat mengetahui dimana saja kelemahan-kelemahan kita dan harapannya nantinya bisa memperbaikinya.

Begitu juga ujian kehidupan yang diberikan Allah kepada kita. Allah ingin menguji sejauh mana hamba-Nya mencintai-Nya. Sudah sedalam apakah keimanan dan ketakwaan yang dipersembahkan hamba-Nya untuk-Nya. Selain itu dengan ujian yang diberikan Allah, kita bisa lebih bijak memaknai kehidupan dan pada akhirnya juga meningkatkan derajat kita dihadapan-Nya. 

Pernah gak berpikir, Allah memberikan ujian kepada kita karena Dia sayang kepada kita? Anas radiyallahuanhu, Rasulullah berkata " Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barangsiapa yang rela menerimanya, maka Allah meridhoinya dan barangsiapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah." (H.R Tirmidzi).
Loh kalau Allah cinta kepada kita kenapa kita malah diuji?
Allah ingin hamba-hamba yang dicintai-Nya dibedakan dengan hamba-hamba yang tidak memperoleh cinta-Nya itu. Ibaratkan kita ingin memasak nasi, maka beras yang mau kita masak itu kita cuci dulu kan? kita pisahkan kotoran-kotoran yang ada dalam beras, sehingga setelah matang nanti kita nikmat menyantapnya. Nah, pencucian adalah cara Allah membedakan tingkatan ketakwaan hamba-hamba-Nya. Kotoran-kotoran itu sendiri adalah keburukan-keburukan kita, yang apabila dengan ujian keburukan itu dapat terkikis. Keburukan itu bisa saja , penyakit, kesulitan-kesulitan dan arti keburukan itu sendiri yaitu buruknya akhlak, ya jadi seperti penghapus dosa.


Abu Sa'id dan Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda "Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya." (HR.Bukhari dan Muslim).


Walaupun begitu, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian dalam menghadapi ujian yang dialaminya. Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya (Al-Baqarah:286). Dan yakinlah setelah kesulitan ada kemudahan (Al-Insyirah:7-8).

Itu sebabnya, jika kita dilanda ujian, seharusnya kita memohon pertolongan hanya kepada Allah, karena Dialah yang memberi kita ujian dan Dia juga yang dapat menolong kita.

Terbuktikan Cinta-Nya kepada kita sangat luas dan besar. Dia gak rela jika ada hamba-Nya yang sudah berusaha keras meraih cinta-Nya disamakan dengan hamba-Nya yang mau santai-santai aja. Yang tidak mau diuji tapi mau masuk surga, hehe.
Kita harus selalu yakin pertolongan Allah dekat. Berikhtiarlah semampumu lalu bertawakkallah, Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kemampuan hamba-Nya.

Untuk yang sedang menghadapi ujian di sekolah ataupun di kampusnya, anggap itu juga bagian dari ujian kehidupan juga. Mampu gak kita untuk tidak mencontek, bisa gak kita jujur saat mengerjakan ujian itu. Dan jangan lupa untuk belajar dan berdoa. Karena jika hanya berdoa tapi tidak belajar ya sama aja bohong, tapi berdoa juga penting, Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan, jadi kalo kita udah berusaha, pasti dapat hasil yang bagus, jika belum dapat hasil yang diinginkan, jangan langsung menyalahkan orang lain apalagi dosen yang memberi nilai. Anggaplah itu sebagai ujian kehidupan yang lain.
Oh iya tetapkan niat dan tujuan kita . Jika tujuan kita hanya untuk mengejar prestise yang itu berarti hanya untuk kebanggaan semata, maka kita akan jadi orang yang merugi. Tapi ketika kita libatkan Allah dan tujuannya lillahi ta'ala, maka kita dapat dua kelebihan sekaligus. Lulus dalam ujian sekolah dan ujian di hadapan Allah, amiin..
Jangan pernah mengeluh, Azzamkan dalam diri bahwa kita bisa dan Allah selalu bersama orang-orang yang berjuang untuk-Nya..

"Allahummaj'allumi wal imtihanaati minannasihiina" (Ya Allah jadikanlah belajar dan ujianku berada dalam keberhasilan)

Selamat Menempuh Ujian..


3 komentar:

Feed me, Please =D