Kamis, 24 November 2011

Ibuku

 Kupersembahkan ini untuk ibuku tercinta yang kurindu..
Ada video yang mengisahkan kisah seorang bayi yang dikirimkan Allah ke dunia. Bayi ini dulu tinggal di surga bersama Allah, tentu saja dia senang sekali. Namun suatu ketika, Allah berkata padanya "Besok kamu akan diturunkan ke dunia. Bayi itu bertanya "Bagaimana aku bisa bertahan di dunia Ya Allah? Kata para malaikat, banyak makhluk jahat disana". Allah menjawab "Tenang, Aku akan memilihkanmu seorang malaikat yang akan terus menjagamu" "Tapi aku sudah cukup bahagia disini" kata si bayi. "Kau akan lebih bahagia bersama malaikatmu nanti, dia akan bernyanyi dan tersenyum untukmu" kata Allah.
Si bayi sedih, dia bertanya kepada Allah "Lalu bagaimana aku bisa berbicara dan melihatmu lagi Allah?" . Allah menjawab" malaikatmu akan mengajarimu cara berbicara dan melihat-Ku lagi" . Si bayi penasaran siapa sebenarnya malaikat pelindungnya itu? Dia pun bertanya lagi kepada Allah: "Ya Allah siapakah malaikatku?" . Kemudian Allah menjawab, "Kau bisa memanggil malaikatmu 'IBU' ".

Download videonya:


Aku adalah bayi itu, kalian juga. Kita terlahir dari rahim seorang ibu. Yang sudah mengandung kita selama 9 bulan lebih. Dan tentu saja selama selama 9 bulan lebih itu, ibu akan membawa bayinya kemana pun dia pergi, tidak perduli sejauh apapun selelah apapun seorang ibu akan tetap mejaga kondisi bayi yang ada dalam kandungannya. Lalu setelah bayinya lahir, sang ibu akan senang sekali bahkan sebelum bayinya lahir dia sudah menyiapkan nama dan membelikan pakaian untuk anaknya.
Sudah sepantasnya seorang anak selalu menyangi ibunya. 
Kepada siapa kita memberikan cinta kita dan rasa hormat kita selain kepada Allah dan Rasulullah? Tentu kepada ibu kita

Ibuku, orang yang sangat luar biasa. Wanita paling hebat yang pernah ada di dunia, ya dia ibuku. Cintanya padaku yang melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Doanya yang selalu ditujukan kepadaku. Kehangatannya yang melindungi kedinginanku di waktu malam. Masakannya yang selalu membuatku ingin untuk menyantapnya lagi. Semua itu adalah bukti bahwa ibuku menyayangiku. 
Siapa yang lebih mengerti kita jika bukan ibu kita sendiri?
Beliau yang mengetahui kesukaan dan kebencianku. Penyakitku dan bagaimana cara mengobatinya. Melewati hari-harinya hanya untuk membahagiakanku, karena itulah kebahagiaannya.
Seorang ibu sangat lembut hatinya, hingga bila anak yang disayanginya melukai hatinya maka dia akan sedih sekali. Dan aku tentu saja pernah menyakiti hatinya hingga ia menangis, masya allah hal itulah yang membuatku menyesal hingga aku berjanji akan selalu menjaga hatinya.
Walaupun Ibuku sering mengomel, aku tahu itu merupakan bentuk kekhawatiran kepada anaknya. Setiap sholat bersamanya, aku selalu merasa senang berharap aku bisa selalu membahagiakannya. Kucium tangan dan pipinya dan dia pun sangat senang.
Terkadang jika dia mulai sakit, dia akan terlihat sangat lemah yang membuatku ingin menangis. Tapi dia selalu tegar dihadapanku, dia akan terus berjuang melawan penyakitnya. Aku tahu penyakit itu sangat menyiksanya sampai menghambat pekerjaannya. Tapi Allah selalu menyayanginya, Dia berikan ibuku kekuatan untuk bertahan sampai sekarang. Di kala orang lain yang mengalami penyakit yang sama dan tidak memiliki umur yang panjang, tapi ibuku masih bisa berdiri tegak dan bekerja.
Di tiap sholat, aku berdoa "Ya Allah lindungilah ibuku, ampunilah dosa-dosanya, berilah ia kesehatan dan kesembuhan atas penyakitnya". Di sisi lain ibuku berdoa untukku agar aku selalu mendapat apa yang aku inginkan.

Pasti ibu manapun akan bangga terhadap anaknya. Begitupun yang dilakukan ibuku, dia sangat bangga padaku, dia selalu senang hasil ujianku berapapun nilainya, dan dia selalau berkata padaku, bahwa apapun yang kudapat itu adalah memang dari kemampuanku, kemudian menasihatiku dengan lembut agar aku lebih berusaha lagi. Itulah ibuku..
Aku rindu padamu, saat ini aku jauh darimu tapi aku selalu memikirkanmu. Sama seperti ibu yang pasti memikirkanku juga. Maafkan anakmu ini yang selalu mengecewakanmu. Anak yang belum bisa membahagiakan ibu. Yang bisa kulakukan sekarang hanya berdoa kepada Allah,
"Ya Allah, aku masih mempunyai dia sekarang, mungkin tidak seperti temanku yang lain yang ibunya telah Engkau panggil. Apakah aku kurang bersyukur atas nikmat-Mu ini? Karena aku masih saja tidak dapat selalu menaatinya? Tapi biarkanlah ia bahagia, hukumlah aku jika aku menyakitinya, bahagiakanlah ia dimanapun dia berada, berikanlah ketabahan dan kesabaran atas tiap cobaan yang dihadapinya. Mungkin aku jaim, tidak bisa langsung mengungkapkan aku sayang padanya, tapi ijinkan aku untuk dapat membahagiakannya di dunia ini. Satu lagi pintaku, berilah ia selalu kasih sayangmu dan ijinkan ia kelak berada di surga-Mu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feed me, Please =D