Minggu, 27 November 2011

Pilih Kesenangan atau Tanggung Jawab?

Pengen ikut itu, tapi gimana dengan yang ini?
Kata yang satu ayo dong ikut bareng kami aja.. ya. seru kok.. Tapi dengan tujuan yang lain juga berkata seperti itu, tunaikan kewajibanmu, ingat amanahmu banyak loh, kalau kamu tidak ikut yang satu itu pasti kamu bisa menunaikan amanahmu..

Pasti galau ya kalau mengahadapi situasi di atas?
Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin tidak kita memilih dua-duanya?
Tidak jarang satu kegiatan berbenturan dengan kegiatan yang lain yang mungkin sama-sama penting, tapi tetap ada yang harus diutamakan.
Kita harus tahu esensi dari tiap kegiatan yang akan kita lakukan jika tidak ingin mengambil keputusan yang salah. Mungkin pertama lihat apakah kegiatan itu bermanfaat atau tidak untuk kita, karena kalau cuma merugikan untuk apa diikuti ya kan? Manfaatnya itu bisa diukur dari seberapa kebutuhan kita terhadap hal itu. Jika kegiatan itu hanya menghambur-hamburkan uang maka kegiatan itu tidak bisa dikatakan bermanfaat. Mungkin ada yang menganggap kalau lagi ada masalah itu enaknya shopping, tapi sebenarnya dia gak sadar kalau sebenarnya setelah dia shopping maka akan timbul masalah baru, yaitu uangnya habis untuk berbelanja dan akhirnya semakin pusing lah dia.
Tapi ketika kita menggunakan uang itu untuk kegiatan yang positif contohnya dapat menambah wawasan atau meningkatkan kesehatan maka itu adalah contoh kegiatan yang bermanfaat.

Seorang aktivis yang mempunyai segudang aktivitas tentu sangat dituntut untuk mempunyai manajemen waktu yang baik. Namun terkadang dia dihadapkan oleh kejenuhan terhadap aktivitasnya dan ingin beristirahat sejenak, padahal ia tahu amanahnya masih banyak yang menunggu untuk diselesaikan. Lalu bagaimana? Ketika sudah ada rasa lelah pasti yang terlintas di pikiran adalah keluar melepaskan penat, jalan-jalan bersama teman dll. 
Emangnya salah ya kalau kita mau senang-senang?
Logikanya, kita juga butuh istirahat. Tapi istirahat yang seperti apa yang bermanfaat? Kalau tujuan jalan-jalannya hanya untuk senang-senang belaka tanpa dibarengi dengan tujuan untuk me-refresh diri, maka bisa dikatakan jalan-jalan itu tidak ada manfaatnya dan hanya akan membuat tubuh semakin lelah. Selain itu pasti bayang-bayang akan amanah akan terus mengikuti. Semakin tidak tenang kan perasaannya?

Oleh sebab itu, kita harus bijak dalam memilih. Ketika kita akan membeli buah, kita pasti akan memilih buah yang masih bagus kan? Alangkah bijaksana ketika ada dua atau lebih pilihan di depan mata, ukurlah kemanfaatan dari kegiatan-kegiatan itu lalu kaitkan pilihan yang mana yang terkandung amanah paling besar. Karena amanah itu kewajiban. Di dalam ilmu akuntansi, kewajiban itu diartikan sebagai hutang. Jadi, kalau kita punya uang dan hutang, maka apa yang harus kita lakukan? Pasti membayar hutangnya dulu kan? Jika masih ada sisa, maka uang itulah yang bisa digunakan untuk hal yang lain.
Ketika kita niatkan untuk menunaikan kewajiban, setelah kewajiban itu selesai barulah kita bisa me-refresh pikiran dan tubuh kita. Jadi tidak ada lagi pikiran yang membebani sehingga kita bisa beristirahat dengan tenang. Tujuannya tentu agar dapat lebih bersemangat menerima amanah selanjutnya. Dan kalau kita semangat pasti hasil yang dicapai juga akan maksimal. 
Semoga bermanfaat






2 komentar:

Feed me, Please =D